TROTOAR.ID, MAKASSAR — Saat ini, sejumlah bakal calon Kepala daerah Bupati dan Walikota saat ini masih bersaing memperebutkan dukungan Parpol sebagai kendaraan politik maju di pilkada serentak, September 2020 Mendatang.
Namun perlu diketahui jika dukungan partai Politik di pilkada tidak bisa dijadikan ikutan kemenangan kandidat bakal calon kepala daerah
Direktur Nurani Strategi Nurmala Idrus, yang dimintai tanggapan soal pengaruh parpol menjelaskan, jika faktor kemenangan ada pada figurines kandidat bukan pada seberapa banyak dukungan partai yang diraihnya.
“Faktor utama ada pada figur kandidat lainnya, bukan seberapa banyak dukungan partai yang diraihnya, ” Jelas Nurmala
Hingga disebutkan jika pengaruh partai politik dalam memenangkan kandidat di pilkada bukan sebagai faktor utama, hingga Parpol dianggap sebagai kendaraan politik di KPU untuk kandidat dapat ditetapkan sebagai calon
Meski demikian dijelaskan jika kandidat dapat memanfaatkan dukungan partai maka dikatakan akan menjadi kekuatan besar pada pilkada.
Sehingga dalam. Menentukan kemenangan kandidat semua ada pada manajemen tim, yang harus mengelola dukungan tersebut
Diketahui berdasarkan data jika pengaruh partai politik dalam memenangkan pandangan calon di pilkada sangat kecil hingga cuma mampu memberikan kontribusi 5-10 persen suara saja kepada kandidat usungan.
Dan fenomena tersebut terlihat dari beberapa pilkada, dimana beberapa pasangan calon mendapat dukungan partai cukup banyak namun kalah dengan pasangan calon yang dukungan partainya pas-pasan. (***)




Komentar