TROTOAR.ID, MAKASSAR –Partai Nasdem telah membuka ruang koalisi bersama dengan Partai Golkar di dua daerah Soppeng dan Tana Toraja, sehingga ada kemunafikan koalisi Nasdem Golkar di Pilkada serentak di Sulawesi Selatan akan berlanjut ke beberapa daerah lainnya.
Selain dua daerah tersebut koalisi Giliran dan Nasdem diprediksi akan berlanjut di daerah seperti, Makassar, Bulukumba, Pangkep, dan Maros.
Mengingat jika kedua partai Tersebut mentah di pilkada Makan syarat usungan 20 persen kursi untuk pasangan calon maju bertarung di pilkada terpenuhi.
Baca Juga :
Apa lagi salah satu alasan Partai Nasdem belum menentukan usungan di tujuh daerah, dikarenakan kursi Partai Nasdem belum memenuhi syarat mengusung sehingga membutuhkan sokongan kekuatan dari partai lain
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif mengungkapkan jika Partainya saat ini intens membangun komunikasi politik dengan partai lain.
“Iya saat ini kami masih membangun komunikasi dengan partai Politik peraih kursi di parlemen maupun tidak, sebab kami paham kami membutuhkan sokongan dukungan politik dari parpol lain, ” Kata Syaharuddin Alrif
Dia juga tidak menarik jika koalisi Nasdem Golkar akan dapat terwujud di beberapa adalah selain Soppeng dan Tator.
Namun dirinya belum ingin mengungkapkan daerah mana saja peluang Nasdem dan Golkar berkoalisi di pilkada, akan tetapi dia menyebutkan peluang tersebut terbuka di beberapa daerah
Sebelumnya juga Ketua tim 9 partai Golkar Kadir halid menyebutkan partainya tidak egois menghadapi pilkada, meski ada beberapa adalah bisa mengusung sendiri, namun Golkar juga butuh dukungan politik diluar Golkar
“Jelas kita membuka ruang berkoalisi dengan parpol apapun termasuk Nasdem apa lagi Nasdem Pada Pilgub dan Pemilu satu koalisi, jadi tidak menuntut kemungkinan koalisi tersebut terwujud di pilkada serentak 2020,” Jelas Kadir Halid
Hingga kata dia dengan diusungnya dua kader Golkar oleh partai Nasdem dianggap sebagai sinyal lamaran politik, namun partai Golkar memiliki sistem dalam menentukan pasangan calon di pilkada serentak.




Komentar