SOCIAL DISTANCING PLEASE!

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 23 Maret 2020 16:16

Walikota Makassar Iqbal Suaheb memimpin Langsung Rapat Perdana Gugus Penanganan  Virus Corona
Walikota Makassar Iqbal Suaheb memimpin Langsung Rapat Perdana Gugus Penanganan Virus Corona

Oleh Armin Mustahil Toputiri

Covid-19, virus Corona itu, meski secara normal tidak terlihat oleh mata telanjang manusia, tapi manusia seisi bumi ini mesti memahami jika — tanpa mengenal kewarganegaraan, suku, ras juga kepercayaan – dirinya, terus terintai oleh virus yang telah mewujud pandemic itu. Mau ceroboh sedikit, ataukah lengah, bakal terterkam olehnya. Berbukti, selang sebulanan saja, ribuan orang dicekiknya hingga tak kuasa bernafas lagi. Satu-satunya pilihan sikap terbaik “social distancing”. 

Mengurungi diri di rumah. Mengisolasi diri dari aktivitas luar rumah. Membatasi diri untuk tidak berinteraksi dengan orang lain. Diserukan bahkan menjadi kebijakan pemerintah yang mewujud paksaan di sejumlah negara. Sebuah pilihan sulit yang secara normalnya menyalahi statuta hak-hak asasi masyarakat sipil. Apa boleh buat secara darurat dengan sangat terpaksa dilanggar dan mesti dipatuhi. Satu-satunya pilihan terbaik guna memutuskan matarantai pergerakan virus itu.

Lebih dari maksud memutus matarantai pergerakan virus itu, bahkan social distancing memiliki manfaat lain. Rasanya cukuplah kita mendapat pembelajaran dari kisah “Black Death”, pandemi hebat virus pes yang melanda Eropa di abad pertengahan (1347-1351). Sekitaran 200 juta orang merenggang nyawa. Atau sepertiga penduduk Eropa di kala itu. Musabab kematian, tak semata karena serangan virus, tetapi juga karena masyarakat saling curiga. Berujung saling membunuh.

Bahkan sungguh mengerikan membaca tulisan Lisa Rosenbaum, Assistant Professor of Medicine Institution Brigham and Women’s Hospital, termuat dalam laman NEJM.org, tentang bagaimana porak porandanya kehidupan masyarakat Italia, yang kini menjadi epicentrum Corona. Jauh dari itu dilaporkan runyamnya paramedis menangani ribuan orang yang telah terpapar virus Corona. Demi profesi – dan demi kemanusiaan — paramedis itu telah mewakafkan diri sebagai “martir”.

Paramedis itu, telah mewakafkan seluruh raga dan jiwa mereka andai di ujungnya nasib berkata lain jika diri mereka yang malah ikut terpapar. Berbukti ada sekian di antara mereka mengalami. Bagi mereka, demikianlah risiko “jihad” profesi serta kemanusiaan. Namun yang membuat batin paramedis di Italia itu merintih, meski tak sejengkal langkah pun mereka berniat mundur, tetapi pasien ditangani jumlahnya telah sangat jauh berlebihan dibanding jumlah paramedis yang ada.

Berhadapan situasi seperti itu, mereka paramedis Italia itu juga meneriakkan “social distancing please!”. Mereka mengharap dukungan semua pihak. Bukan ikut membantu mereka menangani ribuan pasien, namun cukup dengan cara menghindari Covid-19 itu. 

Musabab, tak hanya jumlah paramedis yang terbatas, tapi juga karena vaksin penawarnya belum ada. Juga, peralatan medis dan ruang rumahsakit terbatas. “Kami, tak mungkin membiarkan orang mati tanpa pelayanan”.

Dan lebih jauh Lisa Rosenbaum, menuliskan risiko ditempuh paramedis akibat fasilitas terbatas. “Tak ada pilihan lain, kami harus memutuskan. Siapa yang akan mati, serta siapa yang akan tetap hidup”. Saya, terhenyak membacanya. Membayang di benak saya tontonan video viral di media sosial pekan ini. Di Italia sana, puluhan mobil truk bergerak cara beriringan. Mengangkut mayat ke pemakaman massal. Namun kata Presiden Donald Trump, “will go away if people stay calm”. (**)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen09 September 2026 21:57
Urai Antrean Solar, Pertamina Operasikan 16 SPBU di Makassar Selama 24 Jam
MAKASSAR, Trotoar.id — Pertamina mengambil langkah cepat untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar. Sebanyak 16 SPBU a...
Daerah09 September 2026 21:53
Andi Utta Titip Pesan ke Dai Bulukumba: Ubah Masyarakat dari Konsumtif Jadi Produktif
BULUKUMBA, Trotoar.id — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta mengajak para dai dan muballigh tidak hanya berperan dalam menyampaik...
Metro09 September 2026 19:20
HAN ke-42 di Sulsel: TP PKK Dorong Ketahanan Keluarga untuk Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan...
Parlemen09 September 2026 19:11
Ketua Fraksi Nasdem: Pertamina Jamin  Kuota BBM Subsidi Sulsel Aman, 16 SPBU Buka 24 jam 
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sulawesi Selatan M Sadar ikut melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus kunjungan ke PT P...