TROTOAR.ID — Pesawat Lionair RPC5880 terjatuh saat hendak melakukan lepas landas di bandara internasional Ninoy Aquino Manila Filipina.
Hingga seluruh penumpang pesawat terdiri dari enam kru pesawat datu warga negara Kanada dan 1 Warga Amerika Serikat tersebut tewas dalam insiden yang terjadi malam tadi.
“Tidak ada penumpang yang selamat dari kecelakaan ini,” dikutip dari keterangan Otoritas Bandara Internasional Manila,
Penerbangan pesawat RPC5880, menuju Bandara Internasional Tokyo, Jepang, dalam perjalanan medis. Disebut-sebut, jika pesawat tersebut digunakan dalam upaya Filipina memerangi wabah virus corona.
“Segera setelah kejadian, tim pemadam kebakaran bandara bergerak memadamkan api,” dikutip dari keterangan otoritas bandara.
Kecelakaan terjadi saat pesawat yang baru saja hendak lepas landas dan terjatuh hingga api menyelimuti seluruh badan pesawat di runway 24.
“Petugas memadamkan api dengan cairan kimia khusus,” dikutip dari keterangan otoritas bandara.
Diketahui, Lionair, Inc.merupakan maskapai penerbangan charter dan perusahaan penerbangan umum yang beroperasi di Filipina dengan basis operasi di Pasay City.
Sementara itu, Lion Air Group Indonesia memastikan jika pesawat yang jatuh di Filipina bagian dari group lion Air, dan mereka bukan operator dari pesawat yang mengalami kecelakaan terbakar di Manila, Filipina.
Sebab lion Air Group tidka memiliki perusahaan penerbangan yang beroperasi di Filipina, Lion Air mengoperasikan penerbangan dengan kode penerbangan JT, IW, ID, OD, juga SL, dan Lion Air Group juga cuma mengoperasikan penerbangan, yaitu Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, juga Thai Lion Air.
“Lion Air Group tidak memiliki perusahaan penerbangan di Filipina. Lion Air Group hanya mengoperasikan perusahaan penerbangan untuk layanan penumpang berjadwal dengan kode-kode itu,” ujar Danang dikutip vivanews.com (***)




Komentar