TROTOAR.ID, MAKASSAR — Sulawesi Selatan kimi masih menjadi provinsi dengan angka penularan virus corona terbanyak di Indonesia, meski anggaran penanganan yang disetujui DPRD Sulsel mencapai Rp 500 miliar
Namun pemerintah dianggap belum mampu melakukan penanganan penularan visur asal Wuhan China.
Hingga angka penularan masih terus terjadi setiap harinya, dan hari ini minggu 3 Mei 2020 tercatat angka penularan bertambah sebanyak 42 Kasus positif baru yang terjadi
Baca Juga :
Dan kini Sulsel tercatat memiliki pasien positif corona sebanyak 601 orang yang telah tertular virus corona yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut
Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 40 pasien dinyatakan meninggal dunia, dandan, meski demikian angka pasien sembuh juga ikut bertambah sebanyak 5 pasien sehingga total, pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona sebanyak 151.
Dan kini Sulsel sendiri menjadi salah satu provinsi penularan terbesar di luar pulau Jawa,
Menyikapi hal tersebut Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah berharap agar kiranya pandemi corona dapat berakhir hingga akhir Mei mendatang dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.
“Tentu kita ingin hidup normal kembali. Target kami kalau kita sepakat tentu ini butuh komitmen bersama, akhir Mei kita harus akhiri Covid-19 ini,” kata Nurdin Abdullah melalui rilis pemprov Sulsel .
Namun dikatakan target tersebut perlu komitmen bersama untuk memutus mata rantai penyebarannya wabah virus corona
Di Makassar misalnya, dilakukan dengan kencang oleh puskesmas melakukan tracking contact, menelusuri semua riwayat pasien untuk mencegah lokal transmisi terjadi.
“Kita berharap para Kepala Dinas Kesehatan, apa yang kita butuhkan untuk betul-betul memutus rantai penularan. Nah kalau kita bergerak dari camat, lurah kepala desa RT/RW, kepala Puskesmas. Saya kira tidak sulit,” sebutnya. (Upi)




Komentar