Waketum Gerindra: Jangan Bungkam Sitti Fadillah

Suriadi
Suriadi

Rabu, 27 Mei 2020 02:32

Waketum Gerindra: Jangan Bungkam Sitti Fadillah

TROTOAR.ID — Wakil ketua umum Partai Gerindra Arief Puyuono meminta Pemerintah untuk belajar banyak kepada mantan Menteri Kesehatan dalam menghadapi wabah virus yang pada masanya menyerang Indonesia. 

Bukan justru mengurung Siti Fadillah dalam penjara yang dihuni sekitar 50 orang warga binaan yang positif terpapar virus corona. 

“Sudah tepat Ibu Siti Fadillah berada diluar  Pondok Bambu, yang berisikan 50 orang lebih positif Corona. Kok malah sekarang dibalikin lagi ke dalam? Kemenkumham apa gak paham ini keadaan darurat? Mengembalikan ke Pondok Bambu itu upaya pembunuhan pakai corona terhadap Siti Fadilah,” ujar Arief dalam keterangannya, Selasa (26/5/2020) dikutip okezozne.com

Apalagi dikatakan Sitti Fadillah yang berusia 70 tahun sangat rentang akan kondisi kesehatannya sehingga pemerintah harusnya bijaksana dalam melihat situasi saat ini. 

Disebutkan jika Sitti Fadillah mampu memberikan pemikiran dan solusi terhadap pemerintah dalam menghadapi pandemi virus corona saat ini, bukan justru membungkamnya di dalam lapas yang sulit diakses. 

“Apa salahnya jika pemerintah belajar banyak sama Sitti Fadillah dalam menghadapi wabah flu burung, bukan membungkamnya di dalam sana, kalau terjadi sesuatu siapa yang bertanggung jawab?, ” Tanya Arief 

Dia juga sedikit menyinggung pernyataan Ditjen PAS, Kemenkumham yang mengatakan wawancara yang dilakukan Deddy Corbuzier tidak ada izin, sehingga dikatakan jika hal tersebut terlalu mengada-ada.

“Jangan lebailah. Bikin malu aja. Sebelumnya juga sudah berkali-kali wawancara dilakukan wartawan saat Siti Fadilah di dalam penjara. Semua media massa memuat pernyataan bu Siti yang isinya bagaimana mengatasi corona,” tegasnya.

Arief Poyuono menegaskan pertemuan Sitti dan Dedy Corbuzier yang diunggah dalam akun YouTubenya bukan sebagai hal yang harus dipersoalkan, sebab masyarakat (publik) ingin tahu bagaimana cara melawan wabah virus corona saat ini, 

“Sudah jelas itu hak privat Deddy mengupload dokumentasi tersebut, yang justru menjadi hak publik untuk tahu. Ingat ini bukan zaman orde baru lagi, yang semua hak publik bisa didapat kalau ada izin,” ujarnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Agustus 2026 14:18
130 Rumah Tangga di Gowa dan Bantaeng Dapat Bantuan Listrik Gratis dari Pemprov Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperluas akses energi listrik bagi masyarakat yang belum menikmati penerangan se...
Parlemen27 Agustus 2026 02:41
MYP Tahap II Sulsel Tembus Rp5 Triliun, Total Komitmen Pembangunan Capai Rp7,7 Triliun
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama DPRD Sulsel mulai mematangkan skema Multi-Year Project (MYP) tahap II dengan nil...
Politik27 Agustus 2026 02:16
NasDem Sulsel Mulai Panaskan Mesin Politik, Konsolidasi Kader dan Caleg Disiapkan untuk 2027
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi rangkaian tahun politik yang akan datang.  Konsolid...
Parlemen27 Agustus 2026 02:07
Wakil Ketua DPRD Sulsel Ingatkan Pemprov Tak Potong TPP untuk Biayai Program Pemerintah
MAKASSAR, Troroar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar tidak ...