TROTOAR.ID, MAKASSAR — Carut marutnya pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan ditengah pandemi virus corona, membuat Seorang Ibu merelakan Bayi yang dikandungnya meninggal dunia dalam kandungan
Hal tersebut, lantaran sang Ibu yang hendak melahirkan hariaengalamo penolakan di dua rumah sakit, lantaran sang ibu harus menjalani pemeriksaan Swab test, dikarenakan hasil rapid test yang dilakukan menunjukkan reaktif
Namun karena faktor biaya, sang Ibu pun tidak mampu menyediakan uang sebesar Rp2. 6 juta untuk menahan biaya swab test sebelum dirinya mendapatkan perawatan medis dari pihak dokter dan rumah sakit
Baca Juga :
Meski sang Ibu telah mendapat perawatan di Rumah Sakut Swasta Ibu dan Anak Ananda, Namun sang jabang bayi tidak dapat tertolong, lantaran kebijakan yang cukup memberatkan bagi sang ibu tersebut
Kini pasien yang atas nama Elvina Yana menjalani perawatan medis di RS Wahidin Sudirohusodo untuk mengeluarkan jasad sang bayi dalam kandungan Ibu
Kepala Didas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Ichsan Iskandar, mengungkapkan jika penanganan sang Ibu tersebut kini berada dalam kendali pemerintah, san semua kebutuhan sang ibu akan ditanggung pemerintah
Termasuk mengembalikan uang untuk melakukan test swab yang memberatkan sang ibu hingga bayinya meninggal dunia dalam kandungan telah dikembalikan.
“Pasien sudah kita tangani, dan semua dilakukan dengan protokol kesehatan,” Kata M Ichsan Mustari
Sebelumnya ibu hamil atas nama Elvina viral di grup Whatsapp dan media sosial karena janin yang dikandungnya meninggal dunia. Kondisi ini disebabkan tidak ada biaya tes swab sebesar Rp4,6 juta yang dibebankan ke pasien setelah hasil rapid testnya dinyatakan reaktif.
Perlu diketahui untuk pemeriksaan swab test hasil dapat diperoleh pasien kurung waktu 6-8 jam, dan hal tersebut berdasarkan pengakuan kepala dinas Kesehatan di depan anggota Komisi Eropa saat menggelar rapat kerja beberapa waktu yang lalu.(***)



Komentar