google-site-verification: google2bac01165fc720cc.html
class="post-template-default single single-post postid-45217 single-format-standard wp-custom-logo">

Home / Daerah / News

Senin, 13 Juli 2020 - 16:15 WIB

Soal Pasian Penjemputan Paksa, Jubir Gugus Tugas Minta Keluarga Tidak Panik

TROTOAR.ID, MAKASSAR -- Seiring dengan massifnya pelacakan kontak yang dilakukan oleh Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantaeng melalui tim gerak cepat (TGC)

TROTOAR.ID, MAKASSAR -- Seiring dengan massifnya pelacakan kontak yang dilakukan oleh Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantaeng melalui tim gerak cepat (TGC)

TROTOAR.ID, BANTAENG — Salah satu keluarga pasien di RSUD Bantaeng dilaporkan menjemput paksa seorang pasien, Senin, 13 Juni 2020. Keluarganya sempat panik karena menduga pasien tersebut akan menjalani karantina di Makassar.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan mengatakan, pasien yang bersangkutan belum positif Corona. Dia menyebut, pasien itu baru akan menjalani swab test, sore ini.

Dia menambahkan, pasien itu juga belum akan dirujuk ke Makassar. Pasien itu baru akan dipindahkan ke ruang isolasi untuk penanganan medis selanjutnya.

Baca Juga  PKS Resmi Usung Beriman di PIlkada Bantaeng

“Saat ini, pasien itu dalam penanganan tim gugus kecamatan dan puskemas,” jelas dia.

Dia juga meminta agar keluarga pasien tidak panik. Apalagi, kata dia, pasien yang bersangkutan sudah bersedia untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

“Pasien yang bersangkutan sekarang sudah ada di rumahnya untuk isolasi mandiri,” kata dia.

Baca Juga  Bupati Bantaeng Ajak Masyarakat Bissappu Jaga Kedamaian

Direktur RSUD Bantaeng, dr Sultan mengatakan, pasien itu masuk ke RSUD Bantaeng pada 11 Juni lalu dengan riwayat penyakit tertentu. Setelah melalui foto Thorax, ditemukan ada indikasi Covid-19.

“Karena ada indikasi, makanya kita ingin simpan di ruang isolasi. Bukan berarti dibawa ke Makassar,” jelas dia.

Dia mengatakan, pasien itu masih harus menjalani swab test sebelum divonis Covid-19. “Pasien yang bersangkutan belum divonis positif Covid-19,” jelas dia. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Hari ini Ribuan Massa BERSALAM Guncang Pinrang

Daerah

Pemrov Sulsel Sebar 400 Undangan Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Sidrap dan Jeneponto

Daerah

NasDem Optimis Rebut Empat Kursi Didapil 4 Gowa

News

Golkar Sulsel Bagikan 400 Kilo Daging Sapi Kurban ke Warga Makassar

Metro

Lakukan Koordinasi, Dinas PM-PTSP Gelar Coffee Morning Bersama Disperindag

News

PD Serahkan Surat Tugas Kepada Pasangan Ibas-ARP

Metro

Disdag Makassar Tegaskan Akan Cabut Izin usaha Jika Tidak Mengikuti Pemerintah

Daerah

Soal Utang NA, Jubir NH-Aziz: Bohong Itu Penyakit