Menteri PUPR Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Lutra

Suriadi
Suriadi

Kamis, 16 Juli 2020 16:55

Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono Meninjau Lokasi Banjir Bandang di Luwu Utara
Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono Meninjau Lokasi Banjir Bandang di Luwu Utara

TROTOAR. ID, MASAMBA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono meninjau langsung kondisi Masamba Kabupaten Luwu Utara yang diterjang Banjir Bandang pada Minggu kemarin.

Didampingi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Basuki melakukan rapat bersama unsur pemerintah daerah dam forkopimda untuk melakukan percepatan pemilihan pasca banjir bandang

Menteri PUPR berharap pemilihan dan pembersihan muatan material banjir bandang segera di lakukan agar akses evakuasi korban dapat dilakukan mengingat saat ini tercatat masih ada 69 warga yang dinyatakan hilang akibat banjir bandang.

“kita mau pemulihan dilakukan secepatnya termasuk mengangkut material banjir bandang yang menutupi akses utama kita Masamba, ” Kata Nurdin Abdullah

Nurdin juga mengaku mengirimkan bantuan ke lokasi. Dan dirinya menyampaikan kabar duka atas korban jiwa yang meninggal. Bersama berbagai pihak, bahu-membahu melakukan penanganan dan upaya pemulihan.

Baca Juga  Danny Pomanto Terima Kunjungan Universitas Charles Darwin, Bahas Kerja Sama Beasiswa

“Atas nama pemerintah menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah banjir yang menelan korban jiwa. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah,” kata Nurdin Abdullah.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menjelaskan, hari ini fokus membuka akses jalan yang masih terisolir, terutama di akses jalan Nasional.

“Mengingat inikan urat nadi lalu-lintas dan perekonomian, terutama untuk mendistribusikan logistik pada beberapa wilayah pengungsian di Kabupaten Luwu Utara,” kata Indah.

Bupati perempuan pertama Sulsel ini menambahkan, bantuan bagi warga terisolir sudah dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua.

“Misalnya di daerah pegunungan, di Kota Masamba mengingat memang aksesnya terputus. Jadi baik jembatan gantung dan jembatan beton terputus, jadi kami cari jalan pegunungan,” sebutnya.

Penanganan warga di pengungsian juga menjadi perhatian, termasuk di tengah pandemi Covid-19. Status terbaru penularan Covid-19 resiko rendah.

Baca Juga  Pilkades di Lutra Digelar 14 Juli, Bakal Calon Harus Punya Trobosan Tangani Covid-19

“Kondisinya, jadi teman-teman kami sudah membentuk di lapangan posko kesehatan terkait. Termasuk dalam rangka mengedukasi masyarakat agar kembali mau menjaga jarak, walaupun sangat berat kondisinya,” jelasnya.

Masker juga disalurkan. Bantuan seperti dari PMI disalurkan melalui Dinas Kesehatan Lutra. Adapun status bencana ini tanggap darurat selama satu bulan.

Sedangkan, Kepala BPBD Lutra, Muslim Muchtar, mengatakan, hampir semua relawan baik Basarnas dan BPBD di empat kabupaten/kota di Luwu Raya membantu, demikian juga daerah lainnya.

“Fokus pada hari ini pada pencarian orang hilang, dari data yang ada 69 orang yang hilang kemudian yang ditemukan meninggal itu ada 24 orang, kemudian 5 diantaranya kita tidak terdeteksi. Oleh karena itu, kita fokus dibawah pimpinan Basarnas,” jelasnya.

Selanjutnya, pembersihan jalur Trans Sulawesi, terutama dalam rangka memobilisasi logistik sebagai kebutuhan dasar masyarakat terutama yang pengungsi.

Baca Juga  Gubernur Sulsel Kirim 40 Personel Sulsel Bantu Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Adapun jumlah titik pengungsian 39 titik. Yang disiapkan oleh Pemda kurang lebih 20 titik. Ini semua membutuhkan suplai makanan, baik makanan cepat saji maupun makanan berupa makanan yang bisa dimakan untuk 2-3 hari kedepan.

Bantuan makanan juga masih sangat dibutuhkan mengingat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan.

Tambahnya, kebutuhan dalam waktu yang singkat dan sangat di butuhkan oleh masyarakat itu adalah sanitasi portable. Alat berat juga demikian untuk memindahkan material dan alat hisap air.

“Kenapa ini penting karena kita sekarang semua infrastruktur rusak, termasuk sanitasi karena itu sanitasi portabel. Karena sering (listik) mati, maka kita butuh lampu portable,” pungkasnya.

Dijadwalkan, besok, Menteri Menteri Sosial dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkunjung ke Luwu Utara. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Oktober 2026 18:30
Pimpin PSSI Sulsel 2026–2030, Appi Bidik Pembenahan Sepak Bola dan Prestasi Nasional
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Munafri Arifuddin resmi menakhodai Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Sel...
Metro27 Oktober 2026 17:25
Makassar Jadi Tuan Rumah KMI 2026, Appi Dorong Musik Jadi Mesin Ekonomi Baru
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Kota Makassar mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Konferensi Musik Indonesi...
Metro27 Oktober 2026 16:18
Makassar BERJASA Raih Penghargaan Nasional, Appi-Aliyah Perkuat Perlindungan Pekerja Rentan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagake...
Metro27 Oktober 2026 14:43
Sulsel Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026, Transportasi Publik Jadi Sorotan
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali meraih apresiasi di tingkat nasional...