Angka Kekerasan Anak dan Perempuan Cukup Tinggi, Budi Hastuti: Pemkot Harus Memberi Solusi

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Selasa, 21 Juli 2020 14:16

Angka Kekerasan Anak dan Perempuan Cukup Tinggi, Budi Hastuti: Pemkot Harus Memberi Solusi

TROTOAR.ID, MAKASSAR — TIngginya angka kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga menjadi perhatian banyak pihak termasuk para wakil rakyat di DPRD Kota Makassar. Wakil rakyat mendesak pemerintah Kota untuk merespon cepat persoalan sosial tersebut dengan melakukan pencegahan..

Anggota DPRD Kota Makassar Budi Hastuti, menyebutkan, saat ini telah banyak laporan yang masuk mengenai kasus kekerasan anak dan rumah tangga hingga pertengahan tahun 2020. 

“Kasus kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga terus mengalami peningkatan kita meminta pemkot untuk segera mencarikan solusi dan pencegahan,” Kata Budi

Baca Juga  Didampingi Istrinya, Iqbal Suhaeb Open House di Rujab Wali Kota

Dia berharap ada langkah langkah konkrit yang harus diambil pemerintah kota Makassar, Jangan sampai hal tersebut luput menangani persoalan-persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan. 

Seperti diketahui jumlahnya kekerasan anak dan perempuan terus bertambah. Sehingga semua pihak diharapkan mengambil peran dalam menekan angka kekerasan anak dan Perempuan khususnya dalam KDRT 

“Kita semua harus sadar, saat ini kekerasan anak dan perempuan cukup mendominasi persoalan sosial yang terjdai di masyarakat, sehingga dieprlukan perhatians emua poihak dalam menekan angka kekerasan KDRT,” Ulasnya 

Baca Juga  Danny Pomanto Tandatangani Perwali Penasehat Wali Kota

Tidak hanya itu, ia juga berharap agar jumlah kasus dan pengusutannya tersebut tidak disembunyikan dan ditindak secara transparan agar ada efek jera.

”Saya harapkan penegak hukum juga bisa dapat dituntaskan secara baik. Pemerintah harus memperhatikan agar anak dan perempuan yang menjadi korban itu tidak menjadi dibiarkan begitu saja harus tetap ada pendampingan,” bebernya.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2A) Kota Makassar, Andi Tenri A Palallo, adanya peningkatan kasus KDRT yang terjadi di Makassar karena berbagai faktor, namun paling dominan lebih karena persoalan ekonomi.

Baca Juga  RT/RW Non-Muslim di Makassar Hadir Shalat Subuh Berjamaah

“Kalau jumlahnya saya harus buka data dulu tapi Makassar kasusnya meningkat dari kekerasan psikis hingga verbal. Dari pendalaman kasus memang karena faktor ekonomi, suami memukul istri lantaran minta uang, dan suami tidak memberi nafkah. Kasus anak juga begitu karena dominan anak sekarang mainnya di rumah dan lingkungan yah,” tuturnya. (Rin)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...
Daerah01 November 2026 13:49
Tinjau Jalan Rusak di Kampale, Syaharuddin Alrif Realisasikan Perbaikan dan Salurkan Bantuan Bedah Rumah
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau pekerjaan perbaikan jalan di Desa Kampale, Kecama...
Metro01 November 2026 11:30
Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mencari ruang baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui peluncuran Mak...