Makassar,Trotoar.id – Polemik tambang pasir laut di wilayah tangkap nelayan Pulau Kodingareng hingga kini belum menemui titik terang.
Nampaknya masyarakat pulau Kodingareng terus berusaha agar Gubernur Sulsel memenuhi keinginan nelayan.
“Jika memang Pak Gubernur tidak mau bertemu dengan Walhi setidaknya pak Gubernur bersedia membuat dialog terbuka dengan nelayan dan perempuan pulau Kodingereng,” kata salah satu istri nelayan Kodingereng Lompo, Zakia angkat berbicara.
Baca Juga :
Selain itu, seorang nelayan, Suwadi juga minta Nurdin Abdullah bersedia mendatangi nelayan agar mengetahui secara pasti masalah yang di lapangan, Rabu, (23/9).
“Saya berharap Gubernur dibukakan pintu hatinya untuk mau bicara dengan kami-kami para nelayan di Pulau Kodingareng, karena kami juga rakyat Sulawesi Selatan,” tutur Suwadi.
Suwadi menambahkan bahwa penambangan pasir telah berjalan kurang lebih tujuh bulan.
“Selama itu juga, kehidupan nelayan di Pulau Kodingareng sangat terpuruk bahkan sudah tidak ada pemasukan karena setiap para nelayan melaut, selalu pulang dengan tangan kosong,” bebernya
Nelayan akhirnya mengaku tidak pernah diprovokasi oleh siapapun, “jadi sekali lagi, saya minta Bapak Gubernur tolong hentikan tambang pasir laut ini agar hidup kami kembali normal,” terangnya. (Rin)



Komentar