TROTOAR.ID, MAKASSAR — PT Sarana Multistruktur Indonesia (PT SMI) telah menyetujui Pinjaman yang diusulkan alan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp2.5 triliun.
Pinjaman yang diajukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan tujuan pembangunan sejumlah infrastruktur di Sulsel melalui Program Percepatan Ekonomi Nasional (PEN)
Hingga dana pinjaman yang nilainya setara dengan 30 persen dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan, dimana pinjaman dengan dalam tanpa bunga tersebut nantinya akan di bayar melalui pemotongan dana DAU dan DAK selama 8 tahun.
Baca Juga :
PLT Bappeligbanda Provinsi Sulsel Junaedi menyebutkan jika dana pinjaman pinjaman tersebut dialokasikan untuk membiayai sejumlah pembangunan infrastruktur di Sulsel, seperti Jalan Jembatan Irigasi dan gedung Pemerintah milik pemprov Sulsel
“Dana yang kita pinjam ini tidak bisa digunakan untuk pembangunan Infrastruktur, sehingga ini akan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan Jembatan irigasi dan gedung, ” Kata Junedi
Menurutnya dana pinjaman tersebut juga akan disalurkan di dua tahun anggaran yakni Perubahan 2020 sebesar Rp1.4 T dan Rp1.1T di tahun pokok 2021 mendatang
Untuk dana pinjaman di anggaran perubahan dijelaskan, akan dialokasikan sepenuhnya pada dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan yang akan mengelola dana pinjaman tersebut
Sementara untuk Pokok 2021, yang nilainya Rp1.1 T nantinya akan dialokasikan sepenuhnya untuk menyokong dana pembangunan stadion Mattoangin.
“Dana pinjaman ke PT SMI di bayar dua kali, tahun anggaran Perubahan 2020 dan pokok 2021, untuk perubahan nilainya sebesar Rp1. 4 T lebih dan pokok Rp 1 T lebih,
Lanjut Junedi, Dana Pinjaman tahap awal telah mendapat persetujuan dari PT SMI dan sisa menunggu penandatanganan MoU antara PT SMI dan Pemprov Sulsel yang akan di gelar dalam waktu dekat
Ditegaskan jika jika dana pinjaman tersebut juga tidak bisa digunakan untuk sekte lain yang jelas dana pinjaman tersebut dikhususkan until pembangunan Infrastruktur yang mendorong percepatan ekonomi nasional (Alam)




Komentar