ARB Sebut Deng Ical Gagal Bangun Makassar, Ibrahim: Apa Bedanya Dengan Dirimu

Suriadi
Suriadi

Rabu, 21 Oktober 2020 00:29

ARB Sebut Deng Ical Gagal Bangun Makassar, Ibrahim: Apa Bedanya Dengan Dirimu

Makassar,Trotoar.id- Mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh, angkat bicara mengenai pernyataan Abdul Rahman Bando (ARB) yang mengungkap kegagalan pembangunan Makassar rentang 2014-2019.


Statement ARB itu dinilainya tidak salah, tapi ada pula yang keliru dan perlu diluruskan, kendati begitu Ibrahim mengurai program pembangunan Makassar memang banyak yang gagal.

Namun sangat keliru bila menyebut sebagai kegagalan Deng Ical, sebab semua orang tahu bahwa Wakil Wali Kota Makassar kala itu memang tidak diberikan ruang oleh Walikota yang diemban Danny Pomanto.

Menurut Ibrahim, kunci berhasil atau tidaknya pembangunan daerah terletak pada manajemen dan gaya kepemimpinan kepala daerah.

Bukan Seperti Walikota sebelumnya gagal karena tidak memberi sebagian kewenangan dan tanggung jawab kepada para pembantunya.

“Saya sangat yakin pak ARB paham dan mengerti karena beliau mantan kepala dinas (perikanan dan pertanian) di era itu. Makanya, saya berpandangan bahwa arah statement pak ARB tentang kegagalan program Pemkot Makassar kala itu sesungguhnya bukan karena Deng Ical, “ujar Ibrahim.

Lebih jauh, Ibrahim mengungkapkan Deng Ical maupun ARB pastinya memiliki masalah yang sama di era kepemimpinan Walikota Sebelumnya, Bahkan Deng Ical lebih berat tekanannya.

Dimana ia dianggap rival sehingga benar-benar tidak diberikan ruang dan peran oleh Danny Pomanto. Olehnya itu bila ARB bersikukuh menyebut Deng Ical gagal, maka tidak ada beda dengan dirinya selaku kepala dinas waktu itu. 

“Di era kepemimpinan DP, sistem pemerintahan memang tidak berjalan sesuai regulasi pemerintahan yang ada, Banyak fungsi dan peran terpotong, Misalnya peran wakil wali kota kurang optimal karena tertutup, bahkan bisa dibilang terkunci oleh pola manajemen dan gaya kepemimpinan wali kota kala itu,”jelas Ibrahim.

Ditambah lagi, peran kepala dinas yang secara teknis mengeksekusi program pemerintah waktu Danny Pomanto menjabat Walikota Makassar tidak dapat berjalan optimal.

“Termasuk juga peran-peran kepala dinas tidak berjalan optimal, misalnya dinas perhubungan terkait kegagalan pete-pete smart dan halte kapsul, lalu ada juga dinas perikanan dan pertanian terkait program TPI modern dan banyak lagi,” tutup dia.  (*/)

 Komentar

Berita Terbaru
Hukum25 Juli 2026 01:11
Dari Pemburu Koruptor Menjadi Tersangka: Mantan Jampidsus ditahan di Rutan KPK
Jakarta, Trotoar.id — Suasana di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 24 Juli 2026, me...
Politik24 Juli 2026 17:29
Gerindra Sulsel Buka Suara soal Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone: Hormati Proses Hukum, Sikap Partai Menunggu Fakta
MAKASSAR, Trotoar.id – Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, mulai mendapat perhatian dari ...
Metro24 Juli 2026 17:14
API BAHARI, Inovasi Damkarmat Makassar Perkuat Ketangguhan Masyarakat Pesisir Hadapi Kebakaran dan Bencana
MAKASSAR, Trotoar.id – Kondisi geografis Kota Makassar yang memiliki gugusan pulau dan kawasan pesisir menghadirkan tantangan tersendiri dalam pelay...
Daerah23 Juli 2026 22:44
Kick Off HUT RI ke-81 di Tanete Riaja Resmi Dimulai, Wabup Barru Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Waspada Kebakaran
Barru, Trotoar.id – Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, secara resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Repub...