TROTOAR.ID, MAKASSAR — Pilkada serentak tahun 2020 masih menyisakan waktu kurang dari 40 hari lagi, namun gebrakan politik yang dilakukan partai pengusung terhadap sejumlah kandidat terbilang masih stagnan hingga tidak menunjukkan keseriusan partai dalam mengawal usungannya.
Seperti di pilkada Makassar, dari empat pasangan calon, nampaknya partai pengusung Irman Yasin Limpo-Muhammad Zunnun, terkesan tidak melakukan apa-apa dan cuma berdiam diri, termasuk partai Golkar sendiri yang mengusung kadernya.
Hingga beberapa pihak menganggap jika Golkar Kota Makassar, di bawa komando Farouk M Betta tidak mampu berbuat apa-apa, malahan menjadi penonton, dan itu megakibata jagoan golkar di pilkada Kota Makassar berada di posisi terakhir dari beberapa hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga.
Baca Juga :
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Firdaus Muhammad menyebutkan, stagnan pergerakan pasangan calon nomor urut 4 diakibatkan tidak bergeraknya mesin partai
Dan itu diakibatkan beberapa faktor, salah satunya faktor solidnya kader dalam mengawal kandidatnya dan faktor cos politik yang harus dikeluarkan partai dalam menggerakkan mesin partai di pilkada
“Jika mesin partai tidak bergerak maksimal di sisa waktu maka, hal itu akan berdampak kerugian besar bagi calon dan partai pengusung sendiri, “ Kata Firdaus Muhammad
Dai menambahkan, melihat wakil rakyat dari partai pengusung calon nomor urut 4 juga terkesan tidak ingin ambil pusing, dan itu terjawab dari minimnya gerakan yang dilakukan wakil rakyat partai pengusung di pilkada Makassar
Firdaus menambahkan, salah satu hal yang juga membuat Golkar stagnan dikarenakan adanya konflik internal yang terjadi di partai Golkar Sulsel, sehingga mengakibatkan kerugian yang besar bagi calon golkar di pilkada Makassar (***)




Komentar