Polisi Bongkar Pusat Latihan Teroris JI, Mulai Bela Diri, Merakit Bom, Persenjataan Hingga Penyerangan

Suriadi
Suriadi

Minggu, 27 Desember 2020 15:37

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

TROTOAR.ID, Jakarta – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap pusat latihan Jaringan Teroris Jemaah Islamiyah (JI) yang berada di sejumlah lokasi di Jawa Tengah, salah satunya terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Di mana sebuah bangunan dua lantai disewa oleh Jaringan Teroris Jemaah Islamiyah untuk dijadikan salah satu tempat latihan, suasana villa tersebut terlihat asri dengan banyaknya pohon cemara di sekitar area, selain itu lokasi tersebut cukup sepi.

Bila dilihat dari letaknya, bangunan tersebut seperti villa yang juga digunakan sebagai tempat istirahat para anggota JI.

Dari bangunan itulah, para anggota muda Jemaah Islamiyah dilatih bela diri serta persenjataan hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, di pusat latihan Jaringan Teroris Jemaah Islamiyah tersebut sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya agar terampil dalam bela diri, menggunakan pedang dan samurai hingga penyergapan serta merakit bom.

Lanjut Argo Yuwono, salah satu pelatih anggota Jemaah Islamiyah tersebut adalah Joko Priyono alias Karso, salah seorang teroris yang telah ditangkap pihak Kepolisian pada tahun 2019 lalu.

Joko Priyono ditunjuk sebagai pelatih oleh Amir atau Pimpinan Jemaah Islamiyah Para Wijayanto.

Untuk diketahui, Joko Priyono ditangkap pada 2019 lalu dan telah berstatus narapidana dengan masa hukuman 3,8 tahun penjara.

“Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI,” ucap Argo Yuwomo, Sabtu, 26 Desember 2020. dikutip dari Pikiran Rakyat.

“Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI),” katanya menambahkan, seperti dilaporkan PMJNews.

Sementara itu, para kader baru Jemaah Islamiyah tersebut umumnya merupakan remaja cerdas dari beberapa Pondok Pesantren, mereka direkrut secara professional.

Adapun, target Jaringan Teroris Jemaah Islamiyah tersebut yakni anak cerdas dengan ranking 1 hingga 10 di Pondok Pesantrennya guna dijadikan pemimpin Jemaah Islamiyah di masa depan.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror berhasil menangkap dua orang teroris yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawangan dan Zulkarnaen.

Selain itu, Densus 88 Antiteror juga telah berhasil membongkar sumber dana hingga bunker milik Upik Lawanga. (Al/Lt)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen22 April 2026 19:37
Wakil Ketua DPRD Sulsel Tinjau Langsung Proyek APBD di Soppeng
SOPPENG, Trotoar.id — Kegiatan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Selatan terus dilakukan di berbagai wilaya...
Metro22 April 2026 15:07
Gubernur Andi Sudirman Dorong Percepatan Infrastruktur Sulsel Saat Temui Menteri PU
JAKARTA, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan audiensi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, di...
Daerah22 April 2026 15:03
Bupati Luwu Serahkan Santunan Rp223,5 Juta kepada Keluarga Nelayan Bone Pute
LUWU, Trotoar.id — Bupati Luwu, Patahudding, menyerahkan santunan kecelakaan kerja kepada keluarga almarhum Yunus, nelayan asal Kelurahan Bone Pute,...
Politik22 April 2026 13:59
Erwin Aksa dan Bahlil Lahadalia Tunjukkan Keakraban di Peluncuran Buku Sarmuji
JAKARTA, Trotoar.id — Momentum peluncuran buku Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menjadi panggung kebersamaan para elite partai berlamb...