Pemda Luwu Utara Datangkan 15.000 Alat Rapid Antigen atau Swab Antigen

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 12 Januari 2021 14:25

Covid-19
Covid-19

TROTOAR.ID, LUWU UTARA — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara mendatangkan 15.000 alat rapid test antigen atau swab antigen untuk mendeteksi lebih cepat seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.

Mengingat hasil swab test melalui uji PCR yang selama ini dilakukan memakan waktu yang terlalu lama. Bahkan lamanya bisa mencapai 5 – 10 hari karena banyaknya kasus Covid-19 di seluruh daerah akhir-akhir ini.

Nah, kedatangan rapid test antigen ini diharap bisa mempercepat upaya Pemda memasifkan 3T, yaitu tracing, testing dan treatment. Sekaligus mempercepat memutus mata rantai penularan Covid-19, meningkatkan angka kesembuhan, dan mengurangi angka kematian.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengungkapkan hal ini, Senin (11/1/2021), dalam Rapat Mitigasi bersama Forkopimda dan jajarannya, di Aula La Galigo.

“Dalam waktu dekat, kita akan kedatangan alat rapid antigen sebanyak 15.000. Ini kita datangkan karena kalau tes PCR antriannya panjang sekali. Hasilnya pun harus menunggu 5 – 10 hari baru keluar,” kata Indah.

Ia menyebutkan, tingkat akurasi rapid antigen mencapai 90%, sehingga seseorang yang dinyatakan positif langsung diarahkan untuk isolasi mandiri.

“Begitu hasilnya keluar, dan positif, maka kita minta untuk segera isolasi mandiri,” tegasnya.

Untuk itu, Indah berharap rapid antigen ini bisa digunakan semaksimal mungkin kepada para aparat atau pemberi layanan agar kasus Covid-19 cepat ditemukan untuk kemudian ditangani melalui kegiatan testing, treacing dan treatment.

“Saya minta kita semua di rapid antigen. Jangan takut. Lebih baik cepat kita tahu. Cara kerja rapid antigen ini sama seperti swab test juga. Malah hasilnya bisa lebih sepat diketahui, 1 – 2 jam saja,” imbuh Indah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Luwu Utara, Muslim Muhtar, membenarkan adanya 15.000 alat rapid antigen yang dalam waktu dekat akan tiba di Masamba, Luwu Utara.

“Insya Allah, hari ini tiba di Makassar. Jadi kemungkinan, dua atau tiga hari sudah tiba di Masamba, untuk kemudian kita gunakan untuk keperluan testing yang hasilnya tentu lebih cepat diketahui, ketimbang harus melakukan swab test melalui uji PCR,” jelas Muslim.

Mengapa alat ini dibutuhkan? Dikutip dari laman detik.news, dibanding tes PCR, rapid antigen relatif lebih mudah pemeriksaannya, tidak membutuhkan sarana dan prasarana yang lengkap. Sampel bisa diuji di tempat terbuka tanpa harus dikerjakan di laboratorium.

Meski soal akurasi, tes PCR masih yang terbaik, tapi rapid antigen menjadi solusi terbaik saat ini untuk mengetahui lebih cepat seseorang terpapar atau tidak.

“Tes antigen masih lebih baik daripada orang tidak periksa sama sekali terus melakukan perjalanan. Itu lebih bahaya,” kata Basti Andriyoko, Dosen Fakultas Kedokteran Unpad, seperti dikutip detiknews. (LH)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik24 Agustus 2026 17:00
Jelang Pemilu 2029, Gerindra, Golkar dan PDIP Sulsel Pasang Target Tinggi
MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target peroleh...
Parlemen24 Agustus 2026 13:08
DPRD Sulsel Minta Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Dikaji Mendalam
MAKASSAR, Trotoar.id  — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan meminta pemerintah melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menetapkan pem...
Metro24 Agustus 2026 13:08
Pemkot Makassar Siapkan Strategi Bawa Produk Lokal dan Pariwisata ke Pasar Global
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar mulai membuka jalur kolaborasi untuk membawa potensi pariwisata, produk Usaha Mikro, Kecil, dan Mene...
Metro23 Agustus 2026 22:12
Makassar Tuan Rumah, Munafri Sambut 1.173 Peserta MTQ KORPRI Nasional 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut 1.173 peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 202...