TROTOAR.ID – Meski Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin telah diperintahkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah agar membangun komunikasi dengan Wali Kota terpilih Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, terkait pembahasan lelang jabatan eselon II Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Akan tetapi hingga saat ini, Danny belum mendapat undangan secara resmi yang langsung dari Pj Wali Kota Makassar. Hal itu ditanggapi oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Wahab Tahir (WT), Minggu, 7 Februari 2021.
Mula-mula WT menyayangkan, seharusnya Pj Wali Kota patuh pada perintah Gubernur Sulsel untuk melibatkan Wali Kota terpilih dalam pembahasan lelang jabatan, lantaran mengingat jabatan Pj Wali Kota tinggal menghitung hari lagi.
Baca Juga :
“Jangan mengirim utusan, sebaiknya Pj Wali Kota langsung yang ketemu dengan pak Danny Pomanto, sekaligus menjelaskan maksud dan tujuan lelang jabatan, sekaligus memberikan jawaban kenapa tidak semua jabatan lowong dilakukan lelang,” kata legislator Golkar ini kepada trotoar.id.
Seperti yang tak henti-hentinya diutarakan oleh ketua Komisi D ini bahwa mengelola pemerintahan butuh kesabaran dan harus mendengar masukan orang lain.
“Sekali lagi saya tegaskan mengelolah pemerintahan itu tdk mudah, dibutuhkan kesabaran, perlu ketelitian dan mau mendengar pendapat dan masukan orang,” tegas politisi senior ini.
WT bahkan curiga ada motif politik di balik semua skenario yang terjadi sekarang ini.
“Atau jangan-jangan ada motif politik di balik semua itu. Makanya harus Pj sendiri melakukan komunikasi ke pak Danny, itu baru clear,” tutupnya.




Komentar