Tegakkan Perda Sinjai, Satpol PP Rutin Lakukan Patroli Ternak

Suriadi
Suriadi

Jumat, 19 Maret 2021 05:31

Sebuah foto sapi ternak. | Google/trotoar.id
Sebuah foto sapi ternak. | Google/trotoar.id

TROTOAR.id, Sinjai –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang memiliki tupoksi sebagai penegakan Perda (Peraturan Daerah), penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) serta perlindungan masyarakat (Linmas) rutin melakukan patroli hewan ternak yang berkeliaran.

Hal ini diatur dalam Perda nomor 4 tahun 2015 pasal 47 yang menerangkan bahwa pemilik ternak dilarang menambatkan ternaknya di fasilitas umum atau perkantoran.

Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dinas Satpol PP dan Damkar Sinjai, Jamaluddin saat ditemui, Jumat (19/03/21) menyampaikan bahwa tingkat kesadaran warga dalam memelihara hewan ternak masih kurang, hal ini dibuktikan masih banyaknya hewan ternak yang berkeliaran dibeberapa fasilitas umum.

Baca Juga  KPPN Sinjai Berbagi Informasi Atas Raihan Zona Integritas WBK

Untuk itu berbagai upaya dilakukan seperti dengan mengadakan sosolialisasi kepada masyarakat terkait Perda, yang mengatur larangan melepas hewan ternak serta rutin melakukan patroli hewan ternak.

“Secara rutin kami dilapangan melakukan patroli penertiban hewan ternak yang berkeliaran dibeberapa tempat fasilitas umum. Kami juga sering menerima informasi dari masyarakat terkait hal ini dan petugas dari unit PRC langsung merespon cepat menuju lokasi,” tandasnya.

Baca Juga  Vaksinasi Moderna untuk Nakes di Sinjai Capai 6,8 Persen

Hewan ternak yang terjaring razia selanjutnya dibawa ke kandang khusus yang sudah disiapkan di Lapangan Kompleks Kantor Bupati Lama.

Berdasarkan Perda nomor 4 tahun 2015 tersebut, pemilik ternak yang hewan ternaknya terjaring razia akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda Rp30 ribu untuk satu ekor kambing/hari dan Rp50 ribu untuk ternak sapi per ekor per hari.

“Jadi pemilik ternak yang ingin mengambil ternaknya yang terjaring razia terlebih dahulu harus menyelesaikan administrasi dan juga melengkapi berkas yang dipersyaratkan seperti pengantar dari kelurahan dan ditandatangani oleh Camat setempat,” ujarnya.

Baca Juga  BKP dan IGTKI PGRI Siap Kolaborasikan Program dengan PKK Sulsel

Berdasarkan data yang ada sejak bulan Januari hingga pertengan bulan Maret 2021 ini, jumlah ternak yang berhasil terjaring sebanyak 40 ekor terdiri dari 38 ekor kambing dan 2 ekor sapi.

Jamaluddin berharap, kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak agar tidak dibiarkan berkeliaran begitu saja sebab dapat mengganggu ketentraman umum.

“Kami minta kepada seluruh warga khususnya yang memiliki hewan ternak supaya taat aturan dengan tidak membiarkan berkeliaran begitu saja,” pintanya. (Rls/Trotoar)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen28 Oktober 2026 20:49
Perjuangkan Hak Daerah atas Keuntungan Tambang, Pansus DPRD Sulsel Temui Kementerian ESDM
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO JAKARTA, Trotoar.id — Sulawesi Selatan tidak boleh hanya menjadi wilayah eksploitasi sumber daya alam ...
Metro28 Oktober 2026 20:34
Naoemi Octarina Dukung Sekolah Rakyat, Perkuat Akses Pendidikan dan Masa Depan Anak
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai ketimpangan sosial...
Daerah28 Oktober 2026 17:08
Barru Bidik Investasi Rp1,7 Triliun, Sekda Teken LoI Pembangunan Pabrik Bawang Putih
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, membidik peluang investasi senilai Rp1,7 tri...
Metro28 Oktober 2026 16:27
Darmawangsyah Muin Resmi Jadi Bupati Gowa Definitif, Tantangan Pembangunan Menanti
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan pemerintahan Kabupaten Gowa memasuki babak baru. Darmawangsyah Muin...