Komisi D Bentuk Pansus untuk Selidiki Masalah di Disdik Makassar, Besok Mulai Bekerja

Suriadi
Suriadi

Minggu, 30 Mei 2021 17:24

Anggota DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir (WT), Sabtu (23/1) || Dok: Ltf/Trotoar
Anggota DPRD Kota Makassar, Wahab Tahir (WT), Sabtu (23/1) || Dok: Ltf/Trotoar

TROTOAR, MAKASSAR – Ketua Komisi D DPRD Makassar Abd. Wahab Tahir telah menyebut bahwa tugas Panitia Khusus yaitu akan melakukan penyelidikan terhadap semua laporan yg masuk tentang kinerja Dinas Pendidikan. 

Pansus tersebut akan bekerja pada Senin, 31 Mei 2021 untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil Rapat Dengar Pendapat dewan dengan Disdik.

“4 bidang dan sekretariat kami akan mewawancarai semua dalam rangka penyelidikan,” terang Wahab, Minggu, (30/5).

Ia juga merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan dan para Kepala Sekolah untuk tidak melakukan transaksi jual beli secara langsung. Tindakan ini demi menjaga marwah dan citra pendidikan di kota makassar.

“Untuk sementara kami menghimbau kepada seluruh kepala sekolah untuk tidak melakukan transaksi jual beli seperti ini. Sampai keluarnya rekomendasi dari DPRD,” ujarnya.

Salah satu oknum penjualan modul/foto tersebut, Mince mengaku tidak ada suruhan dari pejabat dinas pendidikan maupun kepala sekolah.

“Tidak ada pak yang menyuruh pejabat dinas pendidikan, kepala sekolah juga,” kata Wahab saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar serta sejumlah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kamis (27/05/2021) di ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Makassar.

Wahab Tahir menambahkan, Komisi D DPRD akan membentuk Panitia Khusus Penyelidikan terkait kasus ini yang bekerja maksimal 30 hari kedepan. Guna mengusut tuntas permasalahan ini, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi agar menjaga marwah Dinas Pendidikan.

“Kami akan membentuk Pansus Penyidikan akan bekerja dalam 30 hari kedepan, ini demi menjaga marwah Dinas Pendidikan agar tidak berlarut masalah seperti ini. Apalagi, Dinas Pendidikan dan kepala sekolah akan menghadapi PPDB dalam waktu dekat,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Andi Amalia Malik, menyebut akan mendukung langkah DPRD dalam rangka penyidikan kasus-kasus seperti agar tak ada lagi oknum yang ‘bermain’. Termasuk masalah kenaikan pangkat, jabatan dan lain sebagainya.

“Kami tidak mau masalah ini berlarut-larut terus, kami ingin masalah ini diselidiki dan dicarikan jalan keluarnya. Makanya kami mendukung penuh langkah DPRD untuk membentuk Pansus Penyidikan agar bisa mengembalikan marwah dinas pendidikan di kota makassar,” imbuhnya. (Alam)

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen10 September 2026 18:05
BBM dan LPG 3 Kg Langka, Vonny Minta APH Kejar Dugaan Mafia Energi
MAKASSAR, Trotoar.id — Kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram di Sulawesi Selatan mulai mendapat sorotan dari legislatif. Anggota Fraksi Partai Gerindra ...
Metro10 September 2026 17:04
Antrean BBM Mengular, Gubernur Sulsel Usulkan Penambahan Kuota
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) d...
Politik10 September 2026 16:31
Perempuan Gerindra Bidik Senayan, Vonny Ameliani Suardi Siap Bertarung di Dapil Sulsel I
MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung politik Sulawesi Selatan mulai diramaikan oleh manuver sejumlah politisi yang bersiap menaikkan level pertarungan me...
Metro10 September 2026 16:09
Antrian BBM Mengular dan LPG 3 Kg Langka, Gubernur Sulsel Ungkap Sejumlah Penyebab
MAKASSAR, Trotoar.id — Persoalan energi masih menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.  Kelangkaan LPG 3 kilogram dan antrian panjan...