Trotoar.id, Makassar — Ketua PP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta kepada seluruh kader partai Golkar untuk mulai mempersiapkan strategi matang dalam menghadapi momentum pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024.
Persiapan matang dengan melakukan konsolidasi secara menyeluruh dan pembentukan struktur partai hingga di tingkat Desa, Kelurahan dan Kecamatan yang harus rampung paling lambat akhir Desember 2021
“Pilpres dan Pemilu akan digelar di Februari 2024, Pilkada November, kalau saat ini diam apa yang akan dicapai, kita mau semua harus sudah mempersiapkan strategi dalam mencapai target kemenangan,” Katanya
Baca Juga :
Ketua Komisi II DPR RI menyebutkan, Partai Golkar memiliki kader-kader terbaik di Sulsel, termasuk kader yang saat ini mendapat diamanahkan menjadi kepala daerah di Sulsel
Olehnya itu, Golkar membuka ruang selebar-lebarnya bagi kader yang ingin ikut berkompetisi di pilkada serentak akan datang, apakah Pilkada Kabupaten/Kota atau Pilgub di Sulsel nantinya
“Saat ini banyak kader Golkar yang menjabat sebagai kepala daerah, mereka adalah kader terbaik telah membuktikan keberhasilan mereka, olehnya itu Golkar memberi kesempatan untuk berkontestasi di pilkada serentak nantinya,” Jelasnya
Partai Golkar sendiri dikatakan dalam. Menentukan siapa yang akan diamanahkan maju di pilkada dan pileg nantinya akan mengatur siapa yang mau apa dan siapa yang mau dimana.
“Tidak mungkin dalam setahun maju Pileg dan Maju pilkada, makanya kita akan mengatur siapa yang mau apa dan siapa mau dimana, karena tujuan kita satu yakni menang,” Katanya
Dia juga menjelaskan dalam. Menentukan siapa yang akan maju di pileg dan siapa yang akan maju di pilkada jelas ada aturan yang telah dibuat, dan aturan itu akan mengatur kader.
Diketahui saat ini Golkar memiliki 8 kader yang menjabat sebagai kepala daerah, dan mereka semua telah membuktikan keberhasilan dalam memimpin daerah
Delapan kader tersebut yakni, Adnan Purichta Ichsan YL, (Bupati Gowa) Indah putri Indriani (Bupati Luwu Utara) Andi Fashar Padjalangi (Bupati Bone) Iksan Iskandar (Bupati Jeneponto) Basli Ali (Bupati Selayar) Theofilus Allorerung (Bupati Tana Toraja) Andi Kaswadi Razak (Bupati Soppeng) dan Taufan Pawe (Wali Kota Parepare)



Komentar