Mahasiswa UGM Beri Gelar ke Jokowi ‘Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan’, Ketua BEM UI: Lawan!

Awal Febri
Awal Febri

Senin, 28 Juni 2021 23:37

Presiden Indonesia Joko Widodo.(Dok: Int)
Presiden Indonesia Joko Widodo.(Dok: Int)

TROTOAR.ID, JAKARTA – Kini Presiden Joko Widodo mendapat gelar baru dari anak-anak mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mahasiswa UGM itu memberi gelar, “Ketidaksesuaian Omongan dengan Kenyataan.” 

Setelah sebelumnya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menjuluki Jokowi sebagai “The King of Lip Service.”

Poster berisi ucapan itu diunggah di akun media sosial Twitter Aliansi Mahasiswa UGM. 

Dalam poster itu ditampilkan sejumlah berita yang memuat judul pernyataan Jokowi, di antaranya statement Jokowi  “Masyarakat Harus Aktif Sampaikan Kritik.”

Aliansi Mahasiswa UGM menjelaskan bahwasanya hal tersebut adalah keresahan mahasiswa. 

“Iya (mewakili sikap BEM UGM). Anggota BEM adalah bagian juga dari Aliansi Mahasiswa UGM,” kata Ketua BEM KM UGM Muhammad Farhan, Senin, 28 Juni 2021.

Farhan menyebut jika pemerintah tidak bisa menerima kritik sebaiknya tak perlu mengumbar janji.

Farhan berpesan sebaiknya tidak berjanji bila tak mampu menepati.

“Sebaiknya tidak perlu mengumbar janji dan sebaiknya merevisi apa yang sudah disampaikan kepada publik,” tuturnya.

Farhan menegaskan secara terbuka bahwa BEM KM UGM itu mendukung apa yang disuarakan oleh Aliansi Mahasiswa UGM. 

“Secara tegas kami akan sampaikan bahwa apa yang dikeluarkan oleh akun Twitter Aliansi Mahasiswa UGM merupakan fakta-fakta yang jelas dan mewakili keresahan mahasiswa,” kunci Farhan. 

Terpisah, Ketua BEM Universitas Indonesia Leon Alvinda Putra menyampaikan  kini kebebasan berpendapat di kampus kerap diberangus. 

Menurutnya pola-pola seperti ini tidak boleh dibiarkan, pembungkaman berekspresi tidak boleh mendapatkan tempat di negara demokrasi.

Ia menyebut bahwa pembungkaman ekspresi yang terjadi di kampus-kampus, sosial media, hingga demonstrasi adalah bentuk penurunan kualitas demokrasi. 

“Jika negara tidak kunjung memperbaiki, maka hanya ada satu kata, Lawan!,” Leon Alvinda Putra, dalam keterangan tertulis yang diterima trotoar.id, Senin, 28 Juni 2021. (D)

*Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 13:24
Pemprov Sulsel Gandeng ITB, Dorong Revolusi Data Geospasial untuk Perencanaan Pembangunan Presisi
MAKASSAR, Trotoar id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat fondasi pembangunan berbasis data dengan menggandeng Institut Teknologi...
Metro17 April 2026 10:37
TP PKK Makassar Dorong Gerakan Membaca 15 Menit Sehari, Literasi Jadi Kunci SDM Unggul
MAKASSAR, Trotoar.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus mengintensifkan upaya peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat melalui sos...
Metro16 April 2026 21:31
Penertiban 60 Lapak PKL di Poros BTP Berjalan Kondusif, Pendekatan Humanis Berbuah Hasil
MAKASSAR, Trotoar.id — Penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (16/4/2026), berlangsun...
Metro16 April 2026 19:29
Wawali Makassar Dorong Kolaborasi Penguatan SDM Rentan Bersama Kemensos
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya peningkatan kualitas...