Direktur Bank Sulselbar, Akui Bertemu NA Sebelum Kucurkan CSR

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 05 Agustus 2021 17:55

Terdakwa Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullahn
Terdakwa Kasus Dugaan Suap dan Gratifikasi Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullahn

Trotoar.id, Makassar — Pengadilan negeri Makassar kembali menggelar sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa pemprov Sulsel yang menyeret Gubernur Sulsel Nonaktif Nurdin Abdullah. 

Sidang untuk ketiga kalinya menghadirkan sejumlah saksi baik dari pihak kontraktor dan Pihak Direktur Bank Sulselbar. 

Dalam sidang tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecer direktur Bank Sulselbar Amri Mauraga soal aliran dana CSR Bank Sulselbar

Muara mengatakan jika dana CSR yang disalurkan Bank Sulselbar atas Permintaan Nurdin Abdullah, yang kalau itu menjabat sebagai Gubernur Sulsel.

Baca Juga  Serahkan Dokumen Perbaikan, NasDem Target Raih 2 Kursi Setiap Dapil

“Saya dipanggil di Rumah Jabatan Gubernur, disana diminta untuk membantu pembangunan Masjid di Puncak Maros,lalui dana CSR, ada proposal, rincian biaya,” Katanya saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan Terdakwa Nurdin Abdullah 

Dia menyebutkan jika dana yang disetorkan rekening panitia pembangunan masjid jumlahnya sebesar Rp 400 juta, namun dirinya tidak tahu menahu soal dana Rp 100 Juta yang disetorkan Rizki Anggraeni rekening yang sama. 

Baca Juga  Keluarga Kepala Daerah Ikut Bertarung di Pileg, Pengamat: Rekrutmen Caleg Tidak Berjalan

Dalam sidang tersebut selain direktur Bank Sulselbar, KPU juga menghadirkan sejumlah saksi yang memiliki latar belakang sebagai Kontraktor. 

Dalam kasus yang menyeret Nurdin Abdullah KPK menjerat Nurdin Abdullah pasal berlapis 

Diantaranya pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Baca Juga  ART: Banjir Morowali Akibat Ekspolitasi Tambang, Pemerintah Jangan Tutup Mata

Sementara dakwaan kedua, Nurdin Abdullah terancam pidana dalam Pasal 12 b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. Dengan pidana minimal 4 tahun penjara.

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Oktober 2026 17:23
Appi Ajak IPM Makassar Jadi Mitra Pembangunan, Pelajar Didorong Aktif Cegah Kenakalan Remaja
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka ruang kolaborasi bagi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk terlibat langsun...
Metro31 Oktober 2026 17:18
Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Sulsel Perkuat Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Membangun pendidikan berkualitas sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang tepat. Anak tidak boleh dibebani tuntutan akadem...
Metro31 Oktober 2026 16:34
Appi Bidik Makassar Jadi Pusat Medical Tourism Indonesia Timur, Ajak Dokter dan Akademisi Berkolaborasi
MAKASSAR, Trotoar.id — Makassar memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus destinasi medical tourism...
Metro31 Oktober 2026 16:31
HUT ke-78 GPIB Immanuel, Appi Ajak Jemaat Jadi Mitra Pemerintah Jaga Kerukunan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjaga keharmonisan dan kedamaian Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Peran kom...