Jalin Komunikasi, Hindarkan Anak dari Konten Negatif

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 05 Agustus 2021 17:25

Jalin Komunikasi, Hindarkan Anak dari Konten Negatif

Trotoar.id, Donggala – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 5 Agustus 2021 di Donggala, Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Menjaga Kualitas Belajar dari Rumah”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Politeknik Palu & staf Divisi Akreditasi Fak Pertanian Untad, Eko Priyantono; peneliti sosiologi pendidikan Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Anggi Afriansyah; penulis & Divisi Informasi Lembaga Perlindungan Anak Sulteng, Kartini Nainggolan; serta CEO Duta Batik & Podcaster, Zakiyah Ramayanih.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Syaifuddin dari Mafindo. Kegiatan kali ini diikuti oleh 475 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri.

Baca Juga  Literasi Digital untuk Memutus Budaya Perundungan Siber

Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden. 

Pemateri pertama adalah Anggi Afriansyah yang membawakan tema “Pembelajaran di Masa Pandemi: Ragam Tantangan dan Solusinya”.

Dia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh dan berkala terhadap sistem pembelajaran di masa pandemi Covid-19. “Diharapkan fokus kebijakan tidak semata pada kelompok yang memiliki akses, tetapi juga anak-anak yang sulit mendapatkan akses,” katanya.

Berikutnya, Zakiyah Ramayanih menyampaikan materi “Upaya Mencegah, Mendeteksi dan Menyikapi Cyberbullying!”.

Dia menyatakan, generasi muda boleh saja berkreasi dalam membuat konten positif, namun harus memperhatikan batasan bermedia sosial. “Setiap orang memiliki perasaan berbeda. Jadi, berpikirlah sebelum menulis komentar atau membuat konten,” ujarnya.

Baca Juga  Sistem Pemilu Proporsional Terbuka Digugat, Muhammad Fauzi: Jika Tertutup Demokrasi Mundur Selangkah

Sebagai pemateri ketiga, Eko Priyantono membawakan tema “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”.

Menurut dia, pengajar haruslah kreatif membangun suasana belajar daring yang menyenangkan. “Contohnya, materi bisa diberikan dengan cara menonton video tutorial serta sisipkan kuis atau gim supaya anak tidak cepat bosan,” ucapnya. 

Adapun Kartini Nainggolan, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”.

Kartini mengatakan, komunikasi terbuka antara orangtua dan anak akan memudahkan mengenali perubahan perilaku anak. “Orangtua juga harus tahu dengan siapa saja anak berkomunikasi di dunia maya,” tuturnya. 

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator.

Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Baca Juga  Santun Berdakwah di Dunia Maya Secara Efektif

“Pada saat belajar daring, perlukah siswa diawasi orang tua secara langsung?” tanya Dadan Saeful Bunyamin, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital di Donggala. Menurut Eko Priyantono, untuk anak SD di bawah kelas 6 SD perlu didampingi orang tua karena masih susah berkonsentrasi.

“Sedangkan usia SMP hingga kuliah lebih mandiri karena sudah memiliki target, hanya tinggal dikontrol saja,” imbuhnya. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...
Daerah01 November 2026 13:49
Tinjau Jalan Rusak di Kampale, Syaharuddin Alrif Realisasikan Perbaikan dan Salurkan Bantuan Bedah Rumah
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, turun langsung meninjau pekerjaan perbaikan jalan di Desa Kampale, Kecama...
Metro01 November 2026 11:30
Sambut HUT ke-419 Makassar, Appi Luncurkan Sunday Market sebagai Panggung Baru UMKM
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus mencari ruang baru untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui peluncuran Mak...