Kibarkan Bendera Asing Dinilai Lecehkan Merah Putih dan Lebih Bahaya dari Covid, Jokowi Diminta Beri Atensi Serius!

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 14 Agustus 2021 03:26

Foto ini sebuah ilustrasi pengibaran bendera Palestina. (Istimewa).
Foto ini sebuah ilustrasi pengibaran bendera Palestina. (Istimewa).

TROTOAR.ID, JAKARTA – Mantan Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean menyoal maraknya bendera negara asing yang berkibar di beberapa titik lokasi menjelang kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Ferdinand menilai bahwa pengibaran bendera asing adalah bentuk pelecehan terhadap perjuangan pahlawan dan bendera merah putih.

“Mereka melecehkan hari kebangsaan kita, melecehkan merah putih, melecehkan perjuangan para pahlawan kita dengan memilih mengibarkan bendera bangsa asing,” tutur dia lewat akun YouTubenya, Jumat (13/8).

Ia menganggap mereka yang mengibarkan bendera selain merah putih artinya memiliki hasrat untuk mengubah bangsa Indonesia.

Baca Juga  Salat Ied di Cikeas, AHY: "Ini Idul Fitri Pertama yang Tak Lengkap

“Ini adalah ancaman serius bagi persatuan dan kesatuan bangsa kita, inilah ancaman yang tidak boleh dibiarkan, ini ancaman nonmiliter yang akan mengganggu pertahanan negara, yang akan merusak,” ungkapnya.

Ia meminta agar TNI turun merespons hal ini, kata dia, sebab ini menjadi tugas pertahanan yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang.

Sebab jika ini dibiarkan, kata dia, maka ini menjadi ancaman serius yang akan mencabik-cabik keutuhan bangsa Indonesia dari kedaulatannya.

Baca Juga  Harta Kekayaan Pejabat Negara 'Meroket' di Tengah Pandemi, Novel Bamukmin: Mafia Covid Biadab, Wajib Diaudit!

“Saya berharap kepada Panglima TNI akan memberikan perintah kepada jajaran untuk turun menertibkan seluruh pengibar-pengibar bangsa asing di tengah bulan kemerdekaan kita ini,” tegasnya.

Ia bahkan meminta Presiden Joko Widodo agar memberi perhatian serius, “Ini bukan main-main,” kata dia.

“Karena kalau kelompok ini dibiarkan, mereka akan bertumbuh terus dan akan menggerogoti bangsa ini, merusak bangsa ini, lebih berbahaya daripada virus covid,” ujarnya. 

Baca Juga  Luwu Utara Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik

Sebelumnya, pengibaran bendera Palestina oleh seorang warga di Beji, Depok, Jawa Barat, juga direspons oleh Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi.

“Kalau itu dikibarkan sembarangan atau dikibarkan di umum ada undang-undang mengenai lambang negara dan itu suatu pelanggaran,” kata Bobby Adhityo Rizaldi, Jumat (13/8/2021).

Bobby menambahkan, pengibaran bendera asing haruslah relevan dengan konteks hak diplomatik suatu negara. (Al/Ltf)

 Komentar

Berita Terbaru
Politik26 Oktober 2026 00:44
Menteri UMKM Maman Abdurahman, NH hingga IAS Bernyanyi Bersama Wali Band Hibur Warga Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Panggung Pesta Rakyat Partai Golkar di Kota Makassar tak hanya menjadi ruang hib...
Politik25 Oktober 2026 19:28
Sarmuji Rayu Andi Sudirman Gabung Golkar: Dulu Golkar Wakafkan Diri, Kini Giliran Gubernur
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, melontarkan rayuan poli...
Politik25 Oktober 2026 17:55
Sarmuji Tantang Golkar Sulsel Tambah Kursi pada Pemilu 2029, Digitalisasi Jadi Kunci
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menantang kepengurusan...
Politik25 Oktober 2026 17:42
Sarmuji Lantik 197 Pengurus Golkar Sulsel, Bidik Kebangkitan di Pemilu Mendatang
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, ...