Tekan Laju Penularan COVID-19, Luwu Utara Manfaatkan SILACAK

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 14 Agustus 2021 09:14

Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Luwu Utara berisiko tinggi, yang berakibat kabupaten ini masuk ke dalam zona merah penularan SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, bersama beberapa daerah lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan. 
Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Luwu Utara berisiko tinggi, yang berakibat kabupaten ini masuk ke dalam zona merah penularan SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, bersama beberapa daerah lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Trotoar.id, Luwu Utara — Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Luwu Utara berisiko tinggi, yang berakibat kabupaten ini masuk ke dalam zona merah penularan SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, bersama beberapa daerah lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan. 

Data pantauan COVID-19 per tanggal 13 Agustus 2021, terdapat penambahan 63 kasus baru, dengan jumlah orang yang sembuh 11 orang, serta tiga orang meninggal dunia. Total kasus 2.715, dan 2.012 orang dinyatakan sembuh, dan 78 meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Komang Krisna, menyebutkan bahwa angka positivity rate Luwu Utara masih sangat tinggi, yakni 63,29%. Untuk menurunkan angka tersebut, kata Komang, maka testing dan tracing secara masif wajib dilakukan.

Baca Juga  SMAN 1 dan SMAN 8 Lutra Juarai Kompetisi Bola Voli Pelajar 2023

“Angka positivity rate kita masih sangat tinggi, yaitu 63,29%,” ungkap Komang Krisna, Sabtu (14/8/2021), di Masamba. Untuk itu, pihaknya, akan memasifkan testing dan tracing dengan menggunakan SILACAK, dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Testing dan tracing memang akan meningkatkan kasus yang sifatnya sementara, tapi akan menekan laju penularan sebesar 25%,” ucap Komang beralasan. “Ayo, Tim Tracer Babinsa dan Bhabinkamtibmas, kita manfaatkan SILACAK ini,” sambungnya. 

Baca Juga  Fasilitator Edukator Keluarga Diminta Wujudkan Desa Ramah dan Layak Anak

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menekankan perlunya mengoptimalkan penanganan COVID-19 dengan fokus kepada penanganan di hulu, seperti upaya pencegahan dengan memperkuat 3T, testing, tracing, dan treatment. 

“Kita tidak bicara kasus lagi karena tiap hari kita update via kanal-kanal pemerintah. Bagaimana pun usaha kita, kalau penanganan di hulu tidak dilakukan, maka akan jebol juga,” ujar Indah mengingatkan, saat Rakor Penanganan COVID-19, Jumat kemarin.

Baca Juga  Peringati HALUN ke 27, Bupati Lutra Ingatkan Lutra Daerah Rawan Bencana

Sekadar diketahui, SILACAK adalah sebuah aplikasi pencatatan digital data kontak erat pasien COVID-19 yang memudahkan pelacakan yang dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Aplikasi ini dari Kementerian Kesehatan.

Hasil SILACAK nantinya dilaporkan via laman Silacak.kemkes.go.id yang servernya terhubung ke pusat, dan data dimonitor langsung Kemenkes. Meski begitu, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan petugas Dinkes tetap melakukan pelacakan secara manual di lapangan. (LH)

Penulis : LH

 Komentar

Berita Terbaru
Politik25 Oktober 2026 17:42
Sarmuji Lantik 197 Pengurus Golkar Sulsel, Bidik Kebangkitan di Pemilu Mendatang
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, ...
Politik25 Oktober 2026 11:59
Eks Wakil Bupati Sidrap Mahmud Yusuf Perkuat Golkar Sulsel, Emban Misi Kemanusiaan
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan memperkuat barisan kepengurusannya dengan menghad...
Metro24 Oktober 2026 21:57
Fatmawati Rusdi: Sulsel Siap Jadi Simpul Produksi dan Distribusi Pangan Sulampua
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sekali...
Metro24 Oktober 2026 17:52
Sulsel Fest 2026 Hadirkan 60 UMKM, Sediakan 40 Stan Gratis
12 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Festival Koperasi dan UMKM Sulawesi Selatan 2026 (Sulsel Fest) menghadirkan pel...