Trotoar.id Makassar — Tensi politik Partai Golkar Tana Toraja jelang pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) yang akan dibukan sabtu besok semakin meninggi.
Hingga puluhan kader Golkar partai Golkar, menggelar aksi unjuk rasa penolakan pelaksanaan musda yang dianggap akan memecah belah persatuan kader partai Golkar tana Toraja
“Ini sudah bentuk kemarahan kader Golkar di Tana Toraja, dan ini tidak bisa dibiarkan, jelas kalau dibiarkan maka akan mengganggu konsolidasi partai golkar untuk keluar sebagai pemenang pemilu 2024 mendatang,” kata Aldof CH Pakke
Baca Juga :
Dia juga tidak ingin Partai Golkar dirusak dengan intrik-intrik politik oleh oknum yang memiliki ambisi besar, namun mengesampingkan kepentingan bersama, serta mengabaikan koridor organisasi yang mengatur proses yang diatur dalam AD/ART serta PO Partai Golkar
Menurutnya tindakan DPD I mengalihkan lokasi pelaksanaan musda, dari Tana Toraja ke Kota Makassar, juga disebut sebagai pengkhianatan terhadap kader golkar yang telah berjuang dan merawat kebersamaan sehingga tana toraja sampai saat ini menjadi kabupaten lumbung suara partai Golkar.
Hingga jika Musda tetap digelar, maka ratusan kader partai golkar yang mengancam akan hengkang dari Golkar, karena merasa partai Golkar tidak bisa lagi mengawal apa yang menjadi aspirasi kader
“Partai Golkar ini partai kader, sehingga jika langka yang diambil DPD I memindahkan lokasi musda dan mencopot seluruh Pincam sebuah langkah penghianatan yang jelas akan merugikan partai Golkar itu sendiri,” Ucapnya
Apa lagi lanjut dia, pada tahun 2024 partai golkar akan diperhadapkan dengan momentum politik Pemilu, Pilpres serta Pilkada, sehingga jika prose musda dibiarkan maka satu kata yang akan didapatkan partai Golkar ke depan yakni “Kehancuran”
Bahkan hasil pemilu 2019, partai Golkar tator tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai pemenang, apakah maskot juara pada pemilu lau akan berpindah ke partai lain, dan apakah kita rela akan hal itu, tentu tidak?
Olehnya itu DPP Golkar harusnya bisa bersikap tegas dan cepat melihat kondisi Partai Golkar Kabupaten Tana Toraja dan beberapa daerah lainnya, yang terus bergejolak lantaran kebijakan yang diambil DPD I melukai dan mencederai perjuangan kader partai Golkar
“Kasihan Ketua Umum jika ini dibiarkan berlarut-larut, kader akan marah bahkan hal itu jelas akan berdampak pada elektoral Partai Golkar dan Ketua Umum Airlangga Hartarto yang didorong Partai Golkar maju berkompetisi pada Pilpres 2024 mendatang,” Jelasnya
Selama ini Tana Toraja diketahui merupakan kabupaten di Sulsel yang memberikan kontribusi besar bagi Partai Golkar, khususnya pada Pemilu, dimana Tana Toraja merupakan salah satu kabupaten yang mampu mempertahankan diri sebagai daerah lumbung suara Partai Golkar.
“Apakah kita mau Tana Toraja yang selama ini menjadi lumbung suara Partai Golkar hancur, cuma karena proses dan kepentingan politik oknum yang memaksakan pelaksanaan musda digelar di Makassar, ” Katanya
Sebelumnya wakil ketua umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung menekankan kepada DPD I agar kiranya Golkar Sulsel mampu mengakomodir kepentingan suam akdr, termasuk memberi ruang bagi kader potensi untuk membngun dan membesrkan apryai golka di Sulsel
Serta melaksanakan proses pengelolaan organisasi berdasar pada Anggaran dasar dan Anggaran rumah Tangga, serta Peraturan organaisasi yang menjaadi pedoan utama jalanya sebuah organisasi dengan baik




Komentar