Saksi Sebut, Istri Ipar dan Sudara NA Ikut Intervensi Program di Pemprov

Suriadi
Suriadi

Jumat, 27 Agustus 2021 15:07

Pemilik dari PT Lompulle saat hadir di persidangan NA sebagai saksi di PN Makassar, Kamis (5/8) (alam)
Pemilik dari PT Lompulle saat hadir di persidangan NA sebagai saksi di PN Makassar, Kamis (5/8) (alam)

Trotoar.id, Makassar — Sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang mehyeret gubernur Sulsel jon aktif Nurdin Abdullah mengungkap fakta bahwa jika keterlibatan Istri dari Nurdin Abdullah Lies cukup berperan besar dalam mengintervensi sejumlah program pemerintah 

Hal itu disampaikan Syamsul yang memberikan keterangan dalam sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi di pengadilan negeri tindak pidana korupsi Kota Makassar. 

Syamsul Bahri menyebutkan peran Istri Nurdin Abdullah Lies F Nurdin, hingga meminta agar beberapa kelompok ternak yang berada di beberapa daerah di masukkan dalam program bantuan ternak 

“Saya di hubungi Karaeng Mega untuk menghadap ke Bu Lies. Kami bertemu di rumah jabatan. Disana saya diminta untuk memberikan bantu program kepada kelompok ternak yang telah di tunuiknya,” Kata Syamsul.

Pada pertemuan dengan Istri Nurdin Abdullah tersebut, Syamsul Bahri tidak sendiri, dia didampingi Kepala Seksi Bidang Produksi Dinas Peternakan, Rusdianto hadir saat itu pada akhir Januari 2021.

Baca Juga  Tim Verlap KRIPP Sulsel Sebut Hypnogreen Lebih Komprehensif

Untuk satu kelompok ternak, kata Syamsul dijatah 10 ekor ternak, yang jika dikonversi nilainya ke rupiah sebesar Rp 100 Juta. 

Hingga dia mengungkapkan jika Ipar dari Nurdin Abdullah yang juga suami dari Mega mengirimkan pesan singkat, pesan singkat berisi nama kelompok ternak yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja, Soppeng, Maros, Wajo, Enrekang, dan Bone. Jenis ternaknya kerbau, sapi, dan babi.

“Kelompok ternak yang dikirimkan kesayangan adalah kelompok ternak yang menjadi tim sukses NA pa pkgub 2018 lalu, dan itu isi dari pesan singkat suami Mega kedaya,” Katanya 

Namun saat permintaan disampaikan ke saya, anggaran kegiatan pada dinas Peternakan dan kesehatan hewan katanya tidak mencukupi  namun istri Nurdin Abdullah, meminta dirinya menghadap Kepala Bappeda yang saat itu dijabat Junaedi.

“Anggaran lalaniti tidak cukup, sehingga nekiua (Istri Nurdin Abdullah) meminta saya ketemu pak Junaedi kepala Bappeda lala itu, dan saat menemui Junaedi, dia menyampaikan pesan Bu Lies, namun disana dia disampaikan anggaran sudah di post ke masing-masing OPD, ” Jelasnya 

Baca Juga  Wali Kota Danny Apresiasi Makassar Jadi Tuan Rumah Vennas AIHII Ke- XII

Saksi lain, Jumra juga mengungkapkan jika peran keluarga Nurdin Abdullah dalam mengatur sejumlah program di pemprov cukup besar, termasuk peran dalam menentukan pemenang tender 

Hingga Jumras mengatakan, jika dirinya beberapa kali melakukan pertemuan dengan Mega, dimana saat pertemuan, dirinya disodorkan Mega buku catatan tentang paket proyek yang ada di DPA tahun 2019 

Bahkan dalam catatan yang ditulis tangan, sudah tertera nama kontraktor yang harus dimenangkan, namun JUmras mengaku lupa siapa-siapa nama kontraktor yang ada dalam catatan tersebut. 

“Saya diperlihatkan catatan tulis tangan, dimana catatan tersebut tertera inisial kontraktor yang ingin dimenangkan untuk beberapa kegiatan proyek yang ada dalam DPA tahun 2019,” Ucapnya 

Baca Juga  Nurdin Abdullah Sebut Ada Putra Sulsel Masuk Kabinet Jokowi

Jumras menambahkan bukan cuma proyek infrastruktur yang harus ditender untuk dimenangkan, akan tetapi sejumlah program penunjukan langsung juga di intervensinya 

“Banyak macam paketnya. Bukan hanya PU, Pertanian juga ada, rest area, dan lain-lain,” bebernya.

Berdasarkan penelusuran dan flashback hasil sidang hak angket pada tahun 2019 lalu ditemukan sebuah dokumen yang mencantumkan nama paket pekerjaan di sejumlah OPD tentang paket proyek pengadaan barang dan jasa. 

Di dokumen tersebut, mencantumkan satu ma sebagai penanggung jawab pada 43 kegiatan di sejumlah OPD Dimana dalam kegiatan tersebut b tertera juga sejumlah nama 23 Perusahaan 

Bahkan jika di jumlahjumlahkan keseluruhan program dimana HJ Hadrah ditunjuk sebagai penanggung jawab berjumlah 20.183.691.251 Miliar. 

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Oktober 2026 14:12
Jelang HUT NasDem, Kader DPW dan GPND Sulsel Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai NasDem, kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan ...
Politik30 Oktober 2026 13:06
Panggung Musda Golkar Gowa Mulai Terbuka, Lukman B Kady Dijadwalkan Kembalikan Formulir
GOWA, Trotoar.id — Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa mulai memasuki fase krusial. Penjaringan bakal calon resmi dibuka, seme...
Metro29 Oktober 2026 16:27
Jalan Samping Tol Sutami Rusak Parah, Gubernur Sulsel: Balai Jalan Segera Kerjakan Perbaikan
MAKASSAR, Trotoar.id — Kerusakan jalan di sepanjang sisi Tol Ir. Sutami, Makassar, kembali menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Aspal dan b...
Politik29 Oktober 2026 15:36
Usman Marham Turun Kawal Musda Golkar Pinrang dan Enrekang, Pastikan Konsolidasi Sesuai Juklak
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Pinrang dan Enrekang yang dijadwalkan berlangsung ...