Trotoar.id, Makassar — Sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang mehyeret gubernur Sulsel jon aktif Nurdin Abdullah mengungkap fakta bahwa jika keterlibatan Istri dari Nurdin Abdullah Lies cukup berperan besar dalam mengintervensi sejumlah program pemerintah
Hal itu disampaikan Syamsul yang memberikan keterangan dalam sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi di pengadilan negeri tindak pidana korupsi Kota Makassar.
Syamsul Bahri menyebutkan peran Istri Nurdin Abdullah Lies F Nurdin, hingga meminta agar beberapa kelompok ternak yang berada di beberapa daerah di masukkan dalam program bantuan ternak
Baca Juga :
“Saya di hubungi Karaeng Mega untuk menghadap ke Bu Lies. Kami bertemu di rumah jabatan. Disana saya diminta untuk memberikan bantu program kepada kelompok ternak yang telah di tunuiknya,” Kata Syamsul.

Pada pertemuan dengan Istri Nurdin Abdullah tersebut, Syamsul Bahri tidak sendiri, dia didampingi Kepala Seksi Bidang Produksi Dinas Peternakan, Rusdianto hadir saat itu pada akhir Januari 2021.
Untuk satu kelompok ternak, kata Syamsul dijatah 10 ekor ternak, yang jika dikonversi nilainya ke rupiah sebesar Rp 100 Juta.
Hingga dia mengungkapkan jika Ipar dari Nurdin Abdullah yang juga suami dari Mega mengirimkan pesan singkat, pesan singkat berisi nama kelompok ternak yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja, Soppeng, Maros, Wajo, Enrekang, dan Bone. Jenis ternaknya kerbau, sapi, dan babi.
“Kelompok ternak yang dikirimkan kesayangan adalah kelompok ternak yang menjadi tim sukses NA pa pkgub 2018 lalu, dan itu isi dari pesan singkat suami Mega kedaya,” Katanya
Namun saat permintaan disampaikan ke saya, anggaran kegiatan pada dinas Peternakan dan kesehatan hewan katanya tidak mencukupi namun istri Nurdin Abdullah, meminta dirinya menghadap Kepala Bappeda yang saat itu dijabat Junaedi.

“Anggaran lalaniti tidak cukup, sehingga nekiua (Istri Nurdin Abdullah) meminta saya ketemu pak Junaedi kepala Bappeda lala itu, dan saat menemui Junaedi, dia menyampaikan pesan Bu Lies, namun disana dia disampaikan anggaran sudah di post ke masing-masing OPD, ” Jelasnya
Saksi lain, Jumra juga mengungkapkan jika peran keluarga Nurdin Abdullah dalam mengatur sejumlah program di pemprov cukup besar, termasuk peran dalam menentukan pemenang tender
Hingga Jumras mengatakan, jika dirinya beberapa kali melakukan pertemuan dengan Mega, dimana saat pertemuan, dirinya disodorkan Mega buku catatan tentang paket proyek yang ada di DPA tahun 2019
Bahkan dalam catatan yang ditulis tangan, sudah tertera nama kontraktor yang harus dimenangkan, namun JUmras mengaku lupa siapa-siapa nama kontraktor yang ada dalam catatan tersebut.
“Saya diperlihatkan catatan tulis tangan, dimana catatan tersebut tertera inisial kontraktor yang ingin dimenangkan untuk beberapa kegiatan proyek yang ada dalam DPA tahun 2019,” Ucapnya
Jumras menambahkan bukan cuma proyek infrastruktur yang harus ditender untuk dimenangkan, akan tetapi sejumlah program penunjukan langsung juga di intervensinya

“Banyak macam paketnya. Bukan hanya PU, Pertanian juga ada, rest area, dan lain-lain,” bebernya.
Berdasarkan penelusuran dan flashback hasil sidang hak angket pada tahun 2019 lalu ditemukan sebuah dokumen yang mencantumkan nama paket pekerjaan di sejumlah OPD tentang paket proyek pengadaan barang dan jasa.
Di dokumen tersebut, mencantumkan satu ma sebagai penanggung jawab pada 43 kegiatan di sejumlah OPD Dimana dalam kegiatan tersebut b tertera juga sejumlah nama 23 Perusahaan
Bahkan jika di jumlahjumlahkan keseluruhan program dimana HJ Hadrah ditunjuk sebagai penanggung jawab berjumlah 20.183.691.251 Miliar.




Komentar