Trotoar.id, Bulukumba — Belum selesai persoalan yang terjadi di internal Partai Golkar Tana Toraja, kini persoalan baru muncul. Hingga sejumlah pimpinan Kecamatan dan para calon ketua Golkar Bulukumba mempertanyakan netralitas DPD I dalam musda Partai Golkar Bulukumba.
Mereka mempertanyakan komitmen DPD I Golkar Sulsel panitia musda Golkar Bulukumba tentang tidak adanya tahapan fit and Proper Test yang dilakukan terhadap bakal calon seperti daerah-daerah lainnya.
“Kami heran kok tahan fit and proper test untuk calon ketua Golkar Bulukumba belum digelar, tapi musda sudah mau dilaksanakan,” Kata Hamzah Pangki salah satu kandidat calon ketua Golkar Bulukumba
Hamzah mempertanyakan proses tersebut sebab seluruh daerah yang telah menggelar musda melakukannya hal tersebut, sehingga menyampaikan keberatan atas tindakan pilih kasih yang dilakukan DPD I terhadap Bakal calon ketua Golkar Bulukumba
“Kalau itu aturan laksanakan, jangan ada daerah yang tidak melaksanakan fit musdanya dilaksanakan, kami kader Golkar Bbulikimbaau diperlakukan adil sama dengan daerah lain, ” Katanyab
Dan apabila DPD dilaksanakan Plt Ketua Golkar Bulukumba menjadi ketua definitif maka dirinya mastikan 400 kader partai Golkar akang hengkang karena ketidaknyamanan lagi berpolitik dengan partai Golkar.
Apan lagi ke depan ya Partai Golkar akan menghadapi momentum Politik tahun 2024, yakni Pemilu dan Pilpres serta Pilkada serentak yang sulit tercapai jika DPD I melakukan intervensi untuk mendefinitifkan plt sebagai ketua Golkar Bulukumba
“Saya menjamin jika DPD I memaksakan Plt jadi ketua Definitif maka jelas 400 kader partai Golkar mulai dari pimpinan Desa, Kelurahan Kecamatan akan angkat kaki dari Golkar, kami merasa kebijakan DPD I merusak tatanan organisasi, ” Tegasnya
Sehingga dia meminta agar proses musda Partai Golkar Bulukumba yah akan digelar minggu besok sebaiknya ditunda sampai tahapan fit and proper test terhadap seluruh bakal calon dilakukan.




Komentar