Badawi Alwi Pertanyakan Dana Hibah Golkar Luwu Timur

Suriadi
Suriadi

Kamis, 09 September 2021 19:37

Bendera Partai Golongan Karya (Golkar) || TROTOAR.
Bendera Partai Golongan Karya (Golkar) || TROTOAR.

LUWU TIMUR – Ketua Fraksi Golkar Luwu Timur, Badawi Alwi mempertanyakan penggunaan bantuan keuangan pemerintah daerah ke Partai Golkar Luwu Timur. 

Menurutnya, penggunaan dana tersebut tidak transparan di masa almarhum Muhammad Thoriq Husler memimpin partai Golkar Luwu Timur.

“Di mana alm (Husler) memimpin partai golkar penggunaan dana hibah itu mulai tidak transparan,” ungkapnya, Kamis (09//09/21).

Di masa jabatan Andi Hatta memimpin Golkar Luwu Timur banyak uang tersimpan di kas organisasi. Setelah alm Husler menjabat Golkar, kata Badawi, dana tersebut tinggal sedikit di kas organisasi.

“Di akhir kepengurusan Andi Hatta banyak uang simpan di kas partai sebanyak kurang lebih setengah Miliar. Setelah alam Husler menjabat dana itu tinggal sedikit sekali ndak sampai 100 juta,” pungkasnya.

Badawi merincikan sejumlah dana masuk di kas organisasi kurang lebih 1,2 miliar, diantaranya dana ditinggalkan Andi Hatta setengah miliar di tambah kurang lebih 150 juta per tahun selama lima tahun.

Bahkan, lanjutnya, selama kepengurusan alm Hulser tidak ada sama sekali kegiatan Golkar. 

“Rakerda Golkar saja tidak pernah digelar sejak kepemimpinan almarhum Thorig Husler. Tapi kok, sisa saldo di rekening Partai Golkar hanya tinggal 73 juta. Kemana dana lainnya?” kata Badwawi anggota DPRD Luwu Timur ini.

Sementara itu, bendahara DPD II Partai golkar Luwu Timur, Heryanti Harun, mengatakan penggunaan dana partai selama ini digunakan sesuai arahan dan perintah ketua DPD II Alm. Muh Thoriq Husler dan yang pasti diperuntukkan untuk kegiatan partai Golkar.

“Saya sebagai bendahara DPD II hanya mengikut perintah mengenai penggunaan anggaran. Jika ada kegiatan partai jelasnya anggaran itu digunakan untuk partai,” ungkapnya.

Jika penggunaan dana kepartaian dinilai tidak transparan, kata Heryanti, perlu di pertanyakan di BPK. Karena setiap penggunaan dana tersebut pastinya diaudit oleh BPK setiap tahunya.

“Kalau memang dianggap tidak transparan, kan bisa diketahui melalui keuangan daerah yang telah melalui tahapan audit BPK setiap tahunnya,” ujarnya.

Heryanti pun menyayangkan sikap salah satu kader Golkar melakukan tudingan yang tak berdasar dan seolah-olah punya motif terselubung. “Kemana saja, baru kali ini Anda mempertanyakan hal itu. Kenapa baru meninggalnya Alm Husler baru mempertanyakan dana tersebut, ada apa?” katanya. 

“Saya rasa tidak etis lah, kita mempertanyakan hal itu dalam kondisi berduka. Sebaiknya kita doakan (Alm Husler) selamat dunia akhirat dan diampuni dosa-dosanya  semasa hidupnya,” tutupnya (Alam)


 Komentar