Pemkot Makassar

Warga Tamalanrea Tolak PSEL, Desak Pemerintah Tinjau Ulang Lokasi Proyek

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 19 Mei 2026 21:30

Warga Tamalanrea Tolak PSEL, Desak Pemerintah Tinjau Ulang Lokasi Proyek

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Rencana pemindahan lokasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ke Kecamatan Tamalanrea memicu gelombang penolakan dari masyarakat setempat.

Warga Kelurahan Bira menyatakan keberatan karena lokasi pembangunan dinilai terlalu dekat dengan permukiman dan berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan serta lingkungan.

Penolakan tersebut disampaikan langsung dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Makassar dan perwakilan masyarakat di Balai Kota Makassar, Selasa (19/5/2026), yang turut dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Perwakilan warga, H. Akbar Adhy, menegaskan bahwa kedatangan mereka bertujuan menyampaikan aspirasi sekaligus penolakan terhadap rencana pembangunan PSEL di wilayah Tamalanrea.

“Kami ingin bertemu langsung dengan Bapak Wali Kota untuk menyuarakan penolakan terhadap PSEL di wilayah kami,” ujarnya.

Penolakan ini tidak hanya datang dari tokoh masyarakat, tetapi juga meluas hingga ke berbagai lapisan warga, termasuk kalangan perempuan yang khawatir terhadap dampak jangka panjang bagi keluarga mereka.

Dalam forum tersebut, tokoh masyarakat lainnya, H. Azis, menyoroti proses perencanaan proyek yang dinilai tidak transparan serta minim pelibatan masyarakat sejak awal.

Ia mengungkapkan bahwa masyarakat awalnya tidak mengetahui adanya rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut, dan baru mendapat informasi setelah isu berkembang di lingkungan mereka.

“Awalnya kami hanya mendengar soal sengketa lahan. Belakangan baru muncul informasi akan dibangun pabrik sampah, dan di situ warga mulai resah,” katanya.

Azis juga mempertanyakan kejelasan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang hingga kini belum pernah disosialisasikan secara terbuka kepada warga.

Selain itu, ia menyoroti ketidaksesuaian waktu antara proses perencanaan proyek yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dengan sosialisasi kepada masyarakat yang baru dilakukan belakangan.

“Proyek sudah berjalan lebih dulu, sementara sosialisasi baru dilakukan. Ini menjadi tanda tanya besar bagi kami,” tegasnya.

Suara penolakan juga datang dari warga, salah satunya Desina, yang mengaku tinggal tidak jauh dari lokasi rencana pembangunan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat pada dasarnya tidak menolak proyek PSEL sebagai solusi pengelolaan sampah, namun menolak lokasi yang dinilai tidak layak karena berada di tengah permukiman.

“Kami tidak menolak proyeknya, tapi kami menolak lokasinya. Karena terlalu dekat dengan rumah warga,” ungkapnya.

Desina juga mengkhawatirkan dampak yang dapat ditimbulkan jika fasilitas tersebut dibangun tanpa mempertimbangkan jarak aman dari permukiman.

Menurutnya, pembangunan pembangkit listrik seharusnya memiliki jarak yang memadai dari kawasan hunian demi menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, warga juga meminta agar pemerintah tidak terburu-buru mengambil keputusan, khususnya terkait penandatanganan kontrak dengan pihak perusahaan pelaksana.

Mereka berharap Pemerintah Kota Makassar maupun pemerintah pusat dapat meninjau ulang lokasi proyek dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap proses pengambilan kebijakan.

“Kami berharap pemerintah tidak mengambil keputusan sepihak. Libatkan masyarakat yang akan terdampak langsung,” tutupnya. (*)

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Agustus 2026 20:37
14 Tim Bersaing di Babak Penyisihan Haflah Tilawah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 di Pangkep
PANGKEP, Trotoar.id — Sebanyak 14 tim unjuk kemampuan dalam babak penyisihan Cabang Haflah Tilawah Al-Qur’an pada MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional...
Daerah27 Agustus 2026 19:31
Jejak JICA 30 Tahun di Barru, Dari Air Bersih hingga Peluang Kerja ke Jepang
BARRU, Trotoar.id — Jejak kerja sama Kabupaten Barru dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) kembali terungkap setelah sejumlah alumni ...
Metro27 Agustus 2026 18:34
Buka Citra Beauty Fair 2026, Aliyah Mustika Ilham Dorong Industri Kecantikan dan Ekonomi Lokal
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham membuka secara resmi Citra Beauty Fair 2026, Rabu (26/8/2026). Ajang yang digel...
Daerah27 Agustus 2026 16:31
Wamendagri Bima Arya Belanja di Stan Sidrap, Produk Lokal Curi Perhatian di AOE 2026
TANGERANG, Trotoar.id — Stan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadi salah satu titik yang menarik perhatian dalam Apkasi Otonomi Expo 2026 (AO...