Duit Rp20 M untuk Makan-Minum Pegawai Pemkot Makassar Bikin Geger, KOPEL: DPRD Main Ketuk Palu Saja

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 14 September 2021 20:59

Koordinator KOPEL Sulsel, Ahamd Tang, disapa Ocha'. Saat ia berada di Kantor KOPEL di Makassar,  [Pribadi].
Koordinator KOPEL Sulsel, Ahamd Tang, disapa Ocha'. Saat ia berada di Kantor KOPEL di Makassar, [Pribadi].

MAKASSAR – Bukan main, pos anggaran untuk makan dan minum pegawai Pemerintah Kota Makassar saja perlu uang sebesar Rp20 miliar.

Hal itu membuat Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ terkejut.

Sekalipun seluruh pegawai makan dan minum setiap hari selama setahun, kata Danny, anggaran Rp20 M tak bakalan habis.

“Makanya saya bilang, memangnya ini birokrat makan makan saja kerjanya, kan tidak masuk akal, anggarannya ada sekitar Rp20 Miliar,” kata Danny beberapa waktu lalu.

Hal ini, kata Danny, membuktikan banyaknya kejanggalan dalam pembuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. 

Hal ini mendapat sorotan dari Koordinator Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Makassar. Menurutnya, belanja makan minum dan perjalanan dinas tersebut seharusnya diarahkan ke hal yang lebih wajib atau prioritas misalnya di sektor pendidikan kesehatan.

“Di situasi saat ini kan masih ada covid, mestinya anggaran tersebut di-refocusing diperuntukan untuk penanganan pandemi. Apalagi perjalanan dinas, saya kira ini sudah tidak ada, dan pertemuan-pertemuan itu sudah melalui daring kenapa ada lagi anggaran perjalanan dinas yang cukup besar,” kata Ahmad Tang kepada trotoar.id, Selasa (14/9).

Ahmad Tang juga mengatakan, dalam penyusunan perencanaan penganggaran DPRD dan Pemkot Makassar harus mengedepankan nilai-nilai keadilan. “Lebih mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Ia menilai kalau Anggota DPRD Kota Makassar tak cermat saat melakukan pembahasan APBD.

Harusnya, kata Ahmad Tang, dewan sebagai wakil rakyat harus betul-betul menguliti dan melihat apakah APBD yang dibahas sudah mengakomodir atau berpihak kepada rakyat ataukah berpihak kepada pemerintah. 

“DPRD jangan langsung main ketuk palu saja,” tegasnya.

Ia menambahkan, fungsi pengawasan dan budgeting harus dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kepentingan rakyat.

Ia juga meminta agar DPRD Makassar  mengevaluasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan melihat program yang dianggap boros untuk dialihkan pada kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat kota Makassar. (Al)

Penulis : Redaksi

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah15 April 2026 18:58
DWP Sidrap Ikuti Halalbihalal dan Peringatan Hari Kartini DWP Pusat Secara Daring
SIDRAP, Rrotoar.id — Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sidenreng Rappang bersama DWP tingkat kecamatan se-Sidrap mengikuti kegiatan H...
Daerah15 April 2026 18:21
Bupati Andi Rahim Dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Diplomasi Maritim ASPEKSINDO 2025–2030
JAKARTA, Trotoar id — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, resmi mengemban amanah baru di tingkat nasional setelah dilantik sebagai Wakil Ketua B...
Metro15 April 2026 17:29
Wawali Makassar Terima Audiensi MPM UNM, Bahas Pekan Parlemen 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Negeri Makass...
Metro15 April 2026 17:05
Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Randis Baru
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengambil langkah tegas dalam pengelolaan anggaran daerah dengan menolak pengadaan ken...