Dari Cibiran dan Tertawaan, Kini Syahar Raih Penghargaan Adi Bhakti Tani Nelayan

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Senin, 20 September 2021 21:51

Dari Cibiran dan Tertawaan, Kini Syahar Raih Penghargaan Adi Bhakti Tani Nelayan

Trotoar.id, Makassar — Meski awalnya sempat mendapat cibiran ditertawakan, Wakil ketua DPRD Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif kini merasakan hasil dari profesional barunya sebagai petani porang. 

Bahkan dirinya tidak pernah menyangka jika profesional sebagai petani porang, dianugerahi sebuah penghargaan “Adhi Bahkti Tani Nelayan Utama, yang diberikan oleh  Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional. 

Penghargaan diberikan atas dedikasinya yang menjadi inspirasi dan motivasi bagi petani di Sulsel, bahwa Bertani porang menjanjikan ekonomi lebih baik. . 

“Saya tidak pernah menduga akan mendapatkan penghargaan ini, dan ini adalah jawaban dari kerja kerasa saya selama ini yang berprofesi sebagai petani porang,” Kata Syaharuddin Alrif 

Syahar menceritakan jika awalnya dia menjadi petani porang karena tertarik sisi ekonomi dari tanaman umbian tersebut. 

Hingga dia harus menggarap lahan perkebunan seluas 50 hektar, dibawah terik panas matahari dan terpaan hujan dirinya tidak patah semangat untuk tetap konsisten menjadi petani porang meski hasil porang yang ditanamnya berbuah kerdil. 

“Saya tidak peduli di cibir dan ditertawai, saat awal menjadi petani porang, karena saya nilai Porang akan menjadi tanaman dampak ekonomi yang positif, ” Katanya 

Syahar yang juga berasal dari sekeluarga petani ingin apa yang dilakukannya dapat menjadi contoh bagi masyarakat, jika keseriusannya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya. 

“Saya harus buktikan bahwa saya bisa  kerja kebun karena memang saya anak petani,” ucapnya kala itu menyemangati dirinya.

Dengan semangat itu perkebunan porang yang di garapnya kini menjadi percontohan nasional akan tenaman porang, bahkan beberapa kali kebun porang miliknya dikunjungi oleh sejumlah pejabat mulai dari anggota DPRD, Petinggi TNI dan Kementerian pertanian 

Apa lagi lahan yang digarapnya mampu menghasilkan porang yang memiliki nilai ekspor yang tinggi, 

“bertani itu kerja, kerja dan bekerja sambil mempelajari perkembangan hal apa yang sejatinya dilakukan lagi” urainya.

Atas sukses itu, anak mudahnya Sulsel ini tak lagi hanya disibukkan memimpin rapat dan melayani tamu di DPRD Provinsi Sulsel, tapi juga harus cerdas dan lebih disiplin menerima tamu di Sekolah alam porang binaannya, mqulai dari kelompok tani, pejabat, politisi dari berbagai daerah hingga pejabat pusat, seperti menteri datang belajar tentang bercocok tanam porang belum lagi undangan untuk mengajar bertani porang dari berbagai daerah dan provinsi.

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen14 Juli 2026 19:01
Komisi E DPRD Sulsel “Kuliti” Dinas Pendidikan, Ribuan Siswa Tak Tertampung di SMA/SMK Negeri
Makassar, Trotoar.id — Komisi E DPRD Sulawesi Selatan melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel menyusul banyaknya ...
Nasional14 Juli 2026 18:13
Walk Out Bupati Gowa di Pusaran Hak Angket, Sidang Pansus Berubah Jadi Arena Benturan Kekuasaan
Gowa, Trotoar.id — Ruang sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa yang awalnya diproyeksikan menjadi panggung klarifikasi, just...
Metro14 Juli 2026 18:02
Makassar Jadi Laboratorium Digital Bansos, 6.000 Agen Disiapkan Awasi Akurasi dan Transparansi
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar kembali mendapat panggung dalam agenda transformasi digital nasional. Kali ini, Kementerian Sosial R...
Metro14 Juli 2026 17:59
Pemkot Makassar Perkuat Mitigasi Bencana, Libatkan 23 Kampus dan Siapkan 23 Ribu Mahasiswa Tangguh
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar kian serius memperkuat sistem mitigasi kebencanaan di tengah meningkatnya ancaman banjir, cuaca ekst...