Denny Siregar Dinilai ‘Fitnah’ Novel Telah Memecat Satpam Gegara Memotret Bendera HTI di KPK?

Awal Febri
Awal Febri

Senin, 04 Oktober 2021 18:56

Novel Baswedan.
Novel Baswedan.

JAKARTA – Pegiat Media Sosial Denny Siregar mengatakan kalau salah seorang Satpam KPK RI bernama Iwan Ismail dipecat oleh eks Penyidik KPK yakni Novel Baswedan karena memotret meja kerja yang ada bendera Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.

Kemudian, waktu berjalan, kata Denny, Novel akhirnya dipecat juga karena tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Denny kemudian menyebut bahwa orang bilang hidup itu tak adil, tetapi ternyata ada saat keadilan itu dibalas dengan yang lebih menyakitkan.

Baca Juga  Ratusan Petugas Dishub Makassar Turun Atur Lalin Jelang Kedatangan Mendag RI

“Iwan Ismail satpam lama @KPK_RI dipecat Novel Baswedan, karena memotret meja kerja yang ada bendera HTI.

Novel Baswedan dipecat @kpk karena tdk lolos TWK.

Orang bilang hidup itu tidak adil. Tapi ada saat keadilan itu datang dalam bentuk pembalasan yg lebih menyakitkan..,” demikian cuitan Denny Siregar di akun twitternya, Jumat (1/10).

Eks Jubir KPK Febri Diansyah kemudian menanggapi cuitan Denny Siregar dengan menyebut itu sebagai fitnah. Ia bertanya bagaimana dengan fitnah anda ini, menuduh Novel memecat satpam?

Baca Juga  Jokowi Sebut Porang Akan Jadi Makanan Sehat Masa Depan

Febri lalu menjelaskan bahwa foto tersebut memang diambil di KPK, tepatnya di ruang jaksa.

“Bagamana dg fitnah anda ini?

Menuduh Novel @nazaqistsha memecat Satpam?

Padahal foto diambil di lantai 10, ruangan Jaksa, bkn wilayah tugas satpam tsb dan justru disebarkan ke group eksternal?

Silakan baca Thread @tatakhoiriyah jk benar ingin berimbang,” seperti itu cuitan Febri Diansyah di twitternya, Senin (4/10).

Baca Juga  Usai Rapat Koordinasi Doni Monardo Tinjau Lokasi Terparah di Mamuju

Tak lama setelah itu, Novel kemudian menjawab bahwa pernyataan Febri Diansyah bahwa sulit menjelaskan kepada lalat bahwa bunga lebih indah dari sampah.

“Mas @febridiansyah 

“Sulit anda menjelaskan kepada lalat bahwa bunga lebih indah dari sampah”, 

Kita tentu paham tdk semua org punya motif yg baik, kalo org sdh punya motif tdk baik, dijelaskan apapun akan sia-sia.

Apalagi bila ada motif ekonomi, lebih parah.,” cuitan Novel Baswedan menanggapi Febri Diansyah, Senin (4/10).

Penulis : Redaksi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik29 Oktober 2026 15:36
Usman Marham Turun Kawal Musda Golkar Pinrang dan Enrekang, Pastikan Konsolidasi Sesuai Juklak
MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Pinrang dan Enrekang yang dijadwalkan berlangsung ...
Parlemen28 Oktober 2026 20:49
Perjuangkan Hak Daerah atas Keuntungan Tambang, Pansus DPRD Sulsel Temui Kementerian ESDM
JAKARTA, Trotoar.id — Sulawesi Selatan tidak boleh hanya menjadi wilayah eksploitasi sumber daya alam tanpa memperoleh manfaat yang optimal bagi pem...
Metro28 Oktober 2026 20:34
Naoemi Octarina Dukung Sekolah Rakyat, Perkuat Akses Pendidikan dan Masa Depan Anak
MAKASSAR, Trotoar.id — Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai ketimpangan sosial dan membuka peluang masa depan yang lebih ba...
Daerah28 Oktober 2026 17:08
Barru Bidik Investasi Rp1,7 Triliun, Sekda Teken LoI Pembangunan Pabrik Bawang Putih
MAKASSAR, Trotoar.id — Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, membidik peluang investasi senilai Rp1,7 triliun melalui rencana pembangunan pabrik pengol...