Soal Pedagang Kaki Lima di Jalan Protokol, Wabup Suaib; Tidak Dilarang, tapi Ditata Biar Bernilai Estetika

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 02 November 2021 18:46

Soal Pedagang Kaki Lima di Jalan Protokol, Wabup Suaib; Tidak Dilarang, tapi Ditata Biar Bernilai Estetika

Trotoar.id, Luwu Utara — Aktivitas perekonomian di Masamba, ibukota Kabupaten Luwu Utara, kini mulai bergairah pascabencana banjir bandang setahun yang lalu dan di tengah suasana pandemi COVID-19.

Hal itu dibuktikan dengan menjamurnya jejeran lapak pegadang kami lima yang menghiasi sepanjang jalan protokol kota Masamba. Kondisi ini menggambarkan bahwa roda perekonomian sudah mulai tumbuh dan bekembang dengan baik.

Kendati demikian, kesemrawutan juga terlihat jelas. Jejeran lapak pedagang kaki lima tampak belum tertata baik, sehingga belum memenuhi estetika yang diinginkan.

Melihat hal ini, Wakil Bupati Luwu Utara, Suaib Mansur, mengajak seluruh Perangkat Daerah terkait untuk membahas penataan dan pembinaan pedagang kaki lima di kota Masamba yang dikemas dalam sebuah acara Coffee Moorning, Selasa 2 November 2021.

Acara ini berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati dan dihadiri Asisten Ekonomi Pembangunan, Bambang Irawan; Kadis P2KUKM, Muhammad Kasrum; dan perwakilan beberapa Perangkat Daerah terkait lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Suaib meminta penataan pedagang kaki lima segera dilakukan. “Saya cuma minta penegasan kita semua terkait penataan pedagang kaki lima yang berada di sepanjang jalan kota Masamba,” ujar Suaib.

Suaib mengatakan, masyarakat harus bisa merasakan kehadiran pemerintah, termasuk dalam penataan dan pengaturan para pedagang kali lima yang menghiasi sepanjang jalan protokol atau jalan utama di kota Masamba.

“Saya harap apapun yang dilakukan oleh warga kita, ada kehadiran pemerintah di sana, termasuk pembangunan darurat lapak pedagang kaki lima oleh masyarakat kita,” kata mantan Kepala Dinas PUPR Luwu Utara ini.

“Kita tidak melarang, tapi mengatur tata letak, estetika dan jenis produk yang boleh dijual dan tidak boleh dijual di pinggir-pinggir jalan,” sambungnya.

Suaib mengakui, tumbuhnya pedagang seperti itu membuktikan bahwa perekonomian Luwu Utara mulai tumbuh dan berkembang. Hanya saja, kata dia, harus ada pengaturan lapak, karena tidak semua pinggir jalan bisa dijadikan tempat berjualan. “Harus diatur di tempatnya,” tegas dia.

Dikatakan Suaib, tidak semua lokasi bisa dilakukan pembangunan darurat lapak pedagang kaki lima. “Sepanjang jalan kota, harus diatur di mana saja boleh membangun.

Sekali lagi, kita tidak melarang, tapi hanya diatur agar masyarakat tidak langsung membangun di mana saja.

Kalau perlu buat desainnya, nanti mereka yang membangun agar lebih tertata rapi dan ekonomi juga berjalan,” imbuhnya. Hal itu perlu dilakukan agar Masamba terlihat lebih memesona.

Penulis : Mr

 Komentar

Berita Terbaru
Metro08 Juni 2026 22:47
Aliyah Mustika Ilham Dukung Penuh HUT IBI ke-75, Perkuat Peran Bidan di Makassar
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyatakan dukungan penuh terhadap rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT...
Daerah08 Juni 2026 22:43
Pemprov Sulsel Percepat Penanganan Jalan Strategis, Perkuat Konektivitas Antarwilayah
MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan strategis melalui program Multi Years P...
Nasional08 Juni 2026 22:36
Bawa Pesan Presiden Prabowo, Menaker Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 di Jenewa
JENEWA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membawa pesan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya kehadiran negara dalam melindungi pe...
Daerah08 Juni 2026 22:33
Rapat Koordinasi TP PKK Sulsel Fokus Penguatan Program dan Kesiapan Agenda Nasional
LUTIM, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi dan Pembinaan Program Pokok PKK di Kabupaten Luwu Timur s...