trotoar id, Jakarta—Ustadz Yusuf Muhammad Martak berbicara terkait Reuni 212 pada tahun 2019.
Saat itu, ia mengatakan bahwa sebelum acara reuni dimulai saat itu, dirinya mengundang umat lintas agama untuk hadir.
“Sebelum acara saya mengundang lintas agama di Hotel Sofyan, ada dari Hindu, Katolik, Nasrani, Budha. Akhirnya mereka hadir semua.
Baca Juga :
Di tengah kehadiran umat antar beragama itu, kata dia, terlihat sangat dihormati.
“Mereka kita hormati, naik ke atas panggung, disambut, dituntun, mereka menangis meneteskan air mata,” tuturnya lewat tayangan YouTube Refly Harun, Selasa (9/11).
Ia menambahkan, bahwa seking dihargainya lembang keagamaan mereka diperlihatkan saja tidak ada yang permasalahkan.
“Justru ada satu yang bilang ‘ustadz bagaimana nanti kalau keliatan kalung salib saya?’, saya bilang ‘cari kalung yang lebih besar, keluarkan dari baju, biar anda nanti tahu perlakuan’,” tuturnya
Menurutnya semakin ditunjukkan tanda agamanya maka semakin dihormati karena dianggap sebagai tamu di tengah kerumunan umat Islam.
“Menghormati tamu itu adalah segala-galanya,” kata dia.
Selain itu, Yusuf Martak juga menyinggung soal Habib Rizieq Shihab. Menurutnya imam besar itu dikriminalisasi.
“Kenapa saya bilang dikriminalisasi, karena beberapa kali ada acara khusus, termasuk waktu Raja Salman datang berkunjung ke DPR nama Habib [Rizieq Shihab] itu masuk list sebagai tamu tiba-tiba dicoret,” tuturnya.
Ia juga menilai bahwa Habib Rizieq itu adalah figur besar, malah dirinya melihat lebih dari itu.
Sementara itu ia merasa bahwa jika pihaknya bersuara maka dengan mudahnya dilaporkan.
“Jam 12 dilaporkan, jam 1 dipanggil, contoh FPI,” ungkapnya.
Tapi berbeda jika pihaknya yang melapor, kata dia, jarang ada yang diproses.
“[Laporan] Tentang orang-orang yang tadi saya bilang diternak, hampir tidak pernah diproses,” bebernya. [Ltf]



Komentar