Cakap Digital dengan Menghargai Karya Orang Lain di Internet dan Media Sosial

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 22 November 2021 14:50

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kembali diselenggarakan secara virtual di Parigi, Sulawesi Tengah. Kali ini dengan membahas tema  “Pahami Hak Cipta, Lindungi Karya Digital Kita” (22/11).
Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kembali diselenggarakan secara virtual di Parigi, Sulawesi Tengah. Kali ini dengan membahas tema “Pahami Hak Cipta, Lindungi Karya Digital Kita” (22/11).

Trotor.id, Parigi – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kembali diselenggarakan secara virtual di Parigi, Sulawesi Tengah. Kali ini dengan membahas tema “Pahami Hak Cipta, Lindungi Karya Digital Kita” (22/11).

Program Literasi Digital diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Founder AnakUntad.com, Satrio Amrullah; Kreator Konten, Pingky Ruslie; Pemengaruh, Yoshua Richard; dan Cyber Security Digital, Anwar Fattah.

Sedangkan moderator yaitu Tristania Dyah selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang. Pada seminar yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti oleh 673 peserta dari berbagai kalangan.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

Memasuki sesi pemaparan, Satrio Amrullah tampil sebagai narasumber pertama dengan membawakan paparan bertema “Digital Skill di Masa Pandemi Covid-19”.

Menurut dia, sejumlah keahlian yang dibutuhkan di era digital, antara lain spesialis sosial media, kreator konten, kreator video, affiliate account manager, desain grafis, analis data, UI/UX designer, serta web designer.

Untuk memperoleh kemampuan tersebut, warganet dapat mengikuti kursus daring, belajar mandiri di media sosial, atau pelatihan gratis yang digelar pemerintah maupun swasta. “Namun, yang paling utama dalam mengasah keterampilan adalah dengan banyak latihan dan jam terbang,” ujarnya.

Selanjutnya, Pinky Ruslie menyampaikan paparan berjudul “Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial”. Ia mengatakan, media sosial merupakan aplikasi yang berfokus pada komunikasi, interaksi antar pengguna, media kolaborasi, serta berbagi konten dan informasi.

Sedangkan cara menghargai konten, misalnya lewat subscribe atau menjadi pengikut, membagikan konten, dan memberi komentar atau like. “Jika tidak menyukai konten, lebih baik diabaikan daripada melakukan ujaran kebencian atau hate speech,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Yoshua Rickard, memaparkan materi bertema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Menurut dia, perilaku konsumtif terjadi karena dorongan berbelanja berdasarkan pada keinginan dan bukan kebutuhan, misalnya dengan alasan reputasi, gaya hidup, dan harga diri.

Sedangkan kiat agar dapat mengontrol diri dalam belanja daring, antara lain unfollow akun-akun toko daring di media sosial, pisahkan akun pribadi dan akun untuk berbelanja, serta catat semua pengeluaran. “Buat target jumlah maksimal untuk belanja daring secara berkala,” tuturnya.

Adapun Anwar Fattah, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Perlindungan Hak Cipta di Ranah Digital”.

Ia mengatakan, hak cipta merupakan hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis setelah karya diwujudkan dalam bentuk nyata dan dipublikasikan. Hak cipta terdiri dari hak moral dan hak ekonomi.

“Jika ingin menggunakan karya orang lain mintalah izin kepada pencipta atau pihak yang diberikan wewenang, serta buatlah perjanjian tertulis tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak,” jelas dia.

Setelah pemaparan seluruh materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Tristania Dyah. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Ambarita Salsabila, bertanya tentang konten yang dibagikan tanpa mencantumkan kredit pengunggah aslinya. Menanggapi hal itu, Pinky Ruslie bilang, plagiarisme cukup banyak ditemui di media sosial.

Sebagai warganet yang cakap digital, kita bisa mengingatkannya lewat japri (jalur pribadi) agar terhindar dari pelanggaran hak cipta.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Penulis : ardy


 Komentar

Berita Terbaru
News05 Desember 2021 23:03
Erupsi Gunung Semeru, Bupati Luwu Utara Kirim Doa untuk Warga Terdampak
Trotoar.id, Luwu Utara --- Bencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi di Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengundang empati dan simpati ...
Pendidikan05 Desember 2021 22:56
Alumni Smansa Makassar Mendapat Apresiasi Dua Kali Mengembangkan Celltech Stem Cell , Deby Vinski : Semua Untuk Indonesia
Trotoar.id, Makassar -- Presiden Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (WOCPM) dan Pemilik Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking yaitu Prof d...
Daerah05 Desember 2021 22:49
SKB CPNS Luwu Utara Resmi Berakhir, Sepasang Suami-Istri Raih Nilai Tertinggi Kedua
Trotoar.id, Makassar --- Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara ...
News05 Desember 2021 21:08
Ratusan Warga Antusias Hadiri Reses Syaharuddin Alrif
Trotoar.id, Makassar -- Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif menggelar reses masa sidang ketiga tahun 2021 di Panker, pelataran Monumen Ganggawa...