Jakarta—Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu alias Said Didu atau MSD meminta Menteri BUMN Erick Thohir melapor ke KPK.
Hal itu terkait dengan adanya dugaan jual beli jabatan Direksi dan Komisaris BUMN sebelum Erick Thohir jadi Menteri BUMN.
Bahkan, harganya mencapai Rp25 miliar untuk posisi Direktur Utama BUMN.
Baca Juga :
- Soal kepemilikan Dapur MBG Putri Wakil ketua DPRD Sulsel, Said Didu: Serakahnomic? Dasco: Kita Tertibkan
- Said Didu Dapat Kabar, Pak Deh Dukung ganjar-Erick, Viva Yoga: Kader Eksternal Ada Peluang Diusung KIB
- Gubernur Termuda Indonesia Buka Munas PSMTI VII di Claro Makassar, Dihadiri Erick Thohir Hingga Dahlan Iskan
Menurut Said Didu ini persoalan serius karena ada 9 MenBUMN dan ratusan mantan Direksi sebelum Erick jadi menteri.
Baginya, ini sungguh ini berbahaya dan bisa menjadi fitnah jika tidak diungkap secara keseluruhan.
“Pak Menteri @erickthohir yth, trm ksh sdh membuka bhw utk jadi Dirut BUMN di masa lalu hrs byr Rp. 25 m. Artinya Bpk Sdh punya data lengkap,” demikian cuitan Said Didu di akun twitternya, Sabtu (27/11).
Agar tidak menjadi fitnah, kata Said Didu. Ia meminta kepada Erick Thohir agar segera melakukan pelaporan ke KPK RI.
“Ini serius krn ada 9 MenBUMN dan rtsn mantan Direksi sblm Bpk bisa kena fitnah. Agar tdk fitnah mhn data bpk sgr dilaporkan ke @KPK_RI,” tambahnya.
Namun hingga saat ini, Erick tak menyebut nama perusahaan dan identitas petinggi perseroan negara tersebut.
Pengakuan Erick menjadi bantahan terhadap tuduhan atau isu bisnis Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang dikaitkan dengan nama besarnya.
Dia mengatakan mencari keuntungan yang cukup menjanjikan dengan melakukan transaksi jual beli jabatan Dewan Direksi dan Komisaris BUMN.
Namun, tindak kejahatan itu justru dikutuk dan dilawan oleh Erick Thohir. (Al).



Komentar