Trotiar.id, Luwu Utara — Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 2 Desember 2021.
Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang dibahas saat ini adalah “Cerdaskan Bangsa dengan Konten Pendidikan”.
Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, Laskar Rempah Nusantara, Ana Alnina, Instagrammer Fashion dan Lifestyle, Andi Mauderi, Penjelajah Nusantara, Mohamad Taufiq Hippy; serta Public Speaking Trainer dan Co-Founder Kelas Bebas Bicara, Indry Wijaya.
Sedangkan moderator yaitu Shinta Ardan selaku jurnalis. Pada webinar kali ini diikuti oleh 580 peserta dari berbagai kalangan.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.
Beralih ke sesi pemaparan, Ana Alnina sebagai narasumber pertama membawakan materi bertema “Kemampuan Literasi yang Wajib Dimiliki Guru”. Menurut Ana, sebagai seorang pendidik untuk generasi Alpha, bekal yang perlu dimiliki guru, antara lain pengetahuan tentang diri sendiri, keterampilan Universal Design of Learning (UDL), adaptif terhadap perubahan kurikulum, serta pembelajaran berbasis teknologi.
Sedangkan kompetensi yang perlu dikuasai misalnya public speaking, melek teknologi, serta dapat mengedukasi keamanan digital. “Guru adalah kunci kemajuan,” ujarnya.
Selanjutnya, Andi Mauderi menyampaikan paparan berjudul “Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial”. Ia mengatakan, media sosial semestinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkarya.
Hal itu dapat diimplementasikan lewat membuat konten sesuai keahlian dan minat, serta mendorong diri agar tidak hanya sebagai penikmat karya orang lain. Karya di dunia digital dapat berupa desain grafis, foto, video, audio, atau tulisan.
Sedangkan cara menghargai karya orang lain di media sosial misalnya dengan menunjukkan kesan positif dan apresiasi, memberi kritik, serta menghindari plagiat.
“Kebiasaan menjiplak karya orang lain tanpa meminta izin, harus dihilangkan dari sekarang,” imbuh dia.
Pemateri ketiga, Mohamad Taufiq Hippy, mengusung materi bertema “Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”.
Menurutnya, Indonesia dengan segala kekayaan budayanya patut diperkenalkan di media sosial karena termasuk keistimewaan sebagai sebuah bangsa.
Di mana, negara kita memiliki 17.504 pulau, 1.340 suku bangsa, serta merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. “Keberagaman tersebut bisa dilihat di media sosial, akun resmi Kemenkominfo, Kemenparekraf, serta akun para fotografer dan traveller,” katanya.
Indry Wijaya sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Peran Orang Tua dalam Memberikan Ajaran tentang Keamanan Internet kepada Anak”.
Ia mengatakan, risiko keamanan digital bagi anak meliputi gangguan fisik dan psikis, korban perundungan siber, serta menjadi korban secara langsung di dunia nyata.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, orang tua perlu membuat komitmen dengan anak terkait peraturan penggunaan gawai, mengawasi pelaksanaannya, serta menjadi teladan bagi si buah hati.
“Jadilah orang tua yang bijak dan hangat bagi buah hati, agar kemajuan teknologi bisa membuatnya sukses,” tutur dia.
Setelah pemaparan seluruh materi, webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Shinta Ardan. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan.
Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.
Salah seorang peserta, Aswin Kardinata, bertanya tentang fenomena banyaknya konten selebriti dalam tayangan dalam aplikasi Youtube ketimbang tontonan edukasi.
Menanggapi hal tersebut, Taufik Hippy bilang, orang tua dapat menggunakan aplikasi Youtube Kids yang aman dari tayangan negatif. Selain itu, buatlah dua akun di Youtube untuk memfilter konten yang tidak pantas bagi anak-anak.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.




Komentar