LAMPUNG—Saat tampil berbicara di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) secara tegas menolak gerakan yang merongrong negeri ini.
Said memastikan NU di bawah komandonya setia aktif menjaga kesatuan dan persatuan.
Ia menjelaskan peran NU bukan hanya membentuk peradaban bangsa, tapi juga menjadi inspirasi peradaban dunia.
Baca Juga :
NU juga menilai bahwa gerakan 212 adalah gerakan politik yang mengatasnamakan Islam.
“NU juga menilai gerakan 212 bukanlah kebangkitan umat Islam melainkan gerakan politik. Penggagasnya jelas memiliki tujuan dan motif politik mengatasnamakan agama Islam,” tandasnya.
Menurutnya, selama ini kiprah NU dalam menangkal rongrongan kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi bangsa mendapat pengakuan dari Indonesia.
Bahkan, kata dia, sejumlah negara mengapresiasi peran dan eksistensi NU dalam menjaga kedamaian dalam kebhinekaan, toleransi dalam keberagaman, keharmonisan, serta keutuhan bangsa-bangsa.
Dalam konteks keindonesiaan, NU menjadi organisasi yang berperan penting dalam integrasi Islam dan negara.
Terbukti hingga kini, lanjut KH Said Aqil, NU berkomitmen menjaga eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan konsisten menjaga ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945.
“NU dengan konsisten menolak setiap kelompok mana pun yang hendak merubah bentuk negara, baik negara agama maupun negara sekuler,” kata dia.
“NU mendukung pemerintah membubarkan organisasi yang berkeinginan mengusung khilafah di Indonesia,” lanjut KH Said.




Komentar