FPI Peringatkan Presiden, Panglima TNI, Kapolri dan DPR: Jika Tuntutan Tak Dipenuhi, Allah Akan Membalas Siksaan Keras

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 24 Desember 2021 17:17

Para pendemo dari FPI menyampaikan aspirasinya di Gedung Aspirasi DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (24/12). [FOTO : MAULANA]
Para pendemo dari FPI menyampaikan aspirasinya di Gedung Aspirasi DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (24/12). [FOTO : MAULANA]

MAKASSAR—Dewan Pimpinan Daerah Front Persaudaraan Islam (DPD FPI) Kota Makassar memberikan peringatan kepada seluruh stakeholder di negara ini.

Peringatan tersebut berupa siksaan tuhan apabila menzalimi ulama dan mengkriminalisasi orang-orang seperti Habib Rizieq, Munarman, dan Habib Hanif.

Hal itu disampaikannya dalam aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulsel, Jumat, 24 Desember 2021.

Mereka berjumlah sekitar 30 orang massa yang dipimpin oleh Ketua Tanfidzi Sulawesi Selatan, Faisal Silenang.

Faisal Silenang mengatakan bahwa pihaknya datang memberikan teguran sekaligus peringatan terhadap seluruh stakeholder di NKRI ini.

Mereka menuntut agar seluruh ulama yang dikriminalisasi dibebaskan segera tanpa syarat.

Faisal menegaskan bahwa pihaknya secara konsisten menuntut pembebasan HRS.

“Setelah tuntutan ini kami bacakan maka saksikanlah wahai seluruh rakyat Indonesia, duhai Allah tuhan kami yang

maha pengasih lagi maha penyayang, tuhan kami yang maha keras siksaan dan balasannya,” kata Faisal.

Ia menambahkan, “Apabila semua stakeholder DPR, MPR RI, Presiden dan Wakil Presiden RI, Kapolri, Panglima TNI Mahkama Agung RI, seluruh ulama habaib asatidz yang berada bersama penguasa tidak mengindahkan tuntutan kami maka kami berlepas tangan terhadap semua kemaksiatan dan pendzoliman ini,” tegasnya dalam laporan yang diterima trotoar.id.

Ia juga mengajak kepada seluruh stakeholder, termasuk Presiden dan Panglima TNI agar segera bertaubat.

“Kami pengurus dpd front persaudaraan islam provinsi

Sulsel mengajak seluruh stakeholder di negara Republik Indonesia yang kita cintai ini agar segera bertaubat,” kata Faisal Silenang kepada trotoar.id dalam laporan tertulis yang diterima.

Ia memperingatkan bahwa dengan taubatan nasuha yang digelar secara nasional menjadi sangat penting.

“Sebelum terlambat. Melihat situasi alam yang menjadi tanda-tanda kemurkaan Allah SWT sementara berlangsung saat ini,” ungkapnya di DPRD Sulsel.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Fasilitas Pengawasan dan Penganggaran DPRD Sulsel, Tenri mengatakan bahwa dirinya akan menyampaikan hal ini kepada pimpinannya.

“Apa yang menjadi tuntutan dari bapak-bapak Insya Allah kami akan sampaikan kepada pimpinan dan anggota dewan,” jawabnya.

[LAPORAN : MAULANA]

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 Juli 2026 21:11
Sekda Sulsel Apresiasi Komik “Safe Space” Karya Anak 13 Tahun, Angkat Isu Perlindungan Anak dan Keberanian Speak Up
Makassar, Trotoar.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, memberikan apresiasi terhadap karya komik berjudul Safe Space yang...
Metro09 Juli 2026 21:04
Tender Stadion Untia Rp350 Miliar Bergulir, Appi Pastikan Pembangunan Mulai Tahun Ini
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus memacu realisasi pembangunan Stadion Untia sebagai salah satu proyek strategis daerah. Kini, p...
Metro09 Juli 2026 21:01
Penataan PKL Berbasis Solusi, Appi Siapkan Relokasi, KUR, hingga Pembinaan UMKM
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dilakukan bukanlah bentuk penggusuran, melai...
Metro09 Juli 2026 20:57
Sinergi Diskominfo–BPS Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data, Dorong Kualitas Statistik Sektoral Lebih Akurat dan Andal
Bulukumba, Trotoar.id – Komitmen memperkuat kualitas data pembangunan terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Dinas Komunikasi, Informatik...