POLITIK

Tepis Pernyataan BNPT, PKS: Pesantren Tak Pernah Ajarkan Terorisme!

Awal Febri
Awal Febri

Sabtu, 29 Januari 2022 15:31

Penangkapan jaringan teroris JI oleh Densus 88, (ilustrasi)
Penangkapan jaringan teroris JI oleh Densus 88, (ilustrasi)

GOWA—Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustadz Suardi menepis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang mengungkap adanya pondok pesantren yang berafiliasi dengan terorisme.

Seyogyanya, kata dia, pesantren itu tidak pernah mengajarkan terkait terorisme yang di luar daripada konsep kemanusian.

Tetapi jika memang ada yang terpapar paham terorisme, Suardi meminta agar sebaiknya pemerintah memberikan pembinaan.

‘Kalau saya sih sebaiknya melakukan pembinaan kepada pesantren tersebut kalau memang terpapar terorisme,” kata Suardi dalam keterangan tertulisnya kepada trotoar.id, Sabtu (29/1).

Baca Juga  Jadi Otak Pelarian 27 Napi, Anggota Polri Ditembak Rekannya

Namun, kata Suardi, selama ini pesantren dengan baik, termasuk pendidikan akhlak, cinta tanah air, dan pancasila.

“Tapi selama inikan pesantren itu melakukan pendidikan akhlak, cinta tanah air, pancasila, dan bhinneka tunggal Ika,” ungkapnya.

Suardi sendiri mengaku sebagai lulusan pesantren tapi tak pernah diajarkan terkait terorisme.

“Bahkan kami diajarkan ‘cinta tanah air itu sebagian dari iman’ Karena saya juga lulusan pesantren,” ungkapnya.

Sehingga ia menegaskan bahwa pesantren tak pernah mengajarkan paham-paham yang keluar daripada ajaran Islam dan pedoman pancasila.

Baca Juga  Penghadang Mobil Logistik Bersalam Resmi Dilapor ke Polisi

“Tapi tidak pernah kami diajarkan tentang teroris,” tegasnya.

Sebelumnya, BNPT mengungkap dugaan sejumlah pondok pesantren (ponpes) terafiliasi kelompok terorisme, termasuk jaringan ISIS.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengungkap ada sejumlah pondok pesantren yang terafiliasi dengan kelompok terorisme

“Kami menghimpun beberapa pondok pesantren yang kami duga terafiliasi dan tentunya ini merupakan bagian upaya-upaya dengan konteks intel pencegahan yang kami laksanakan di lapangan,” kata Boy pada rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, dikutip via detikcom.

Baca Juga  Kembali, SMSI Sulsel Buka Pendaftaran Anggota, Ini Syaratnya

BNPT juga sempat menunjukkan data pondok pesantren yang terafiliasi oleh kelompok terorisme. Dalam slide pemaparan BNPT terlihat data 11 pondok pesantren terafiliasi Jamaah Anshorut Khilafah (JAK).

Selain itu, 68 pondok pesantren terafiliasi jaringan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI) yang terkait dengan Al-Qaeda. Bahkan sebanyak 119 pondok pesantren juga dilaporkan terafiliasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau simpatisan ISIS.

Penulis : Alam

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen01 November 2026 17:13
Pengawasan APBD di Wajo, Sufriadi Arif Respons Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Pengawasan Pelaksanaan ...
Metro01 November 2026 15:17
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Gaungkan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti kegiata...
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...