GOWA—Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustadz Suardi menepis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang mengungkap adanya pondok pesantren yang berafiliasi dengan terorisme.
Seyogyanya, kata dia, pesantren itu tidak pernah mengajarkan terkait terorisme yang di luar daripada konsep kemanusian.
Tetapi jika memang ada yang terpapar paham terorisme, Suardi meminta agar sebaiknya pemerintah memberikan pembinaan.
Baca Juga :
‘Kalau saya sih sebaiknya melakukan pembinaan kepada pesantren tersebut kalau memang terpapar terorisme,” kata Suardi dalam keterangan tertulisnya kepada trotoar.id, Sabtu (29/1).
Namun, kata Suardi, selama ini pesantren dengan baik, termasuk pendidikan akhlak, cinta tanah air, dan pancasila.
“Tapi selama inikan pesantren itu melakukan pendidikan akhlak, cinta tanah air, pancasila, dan bhinneka tunggal Ika,” ungkapnya.
Suardi sendiri mengaku sebagai lulusan pesantren tapi tak pernah diajarkan terkait terorisme.
“Bahkan kami diajarkan ‘cinta tanah air itu sebagian dari iman’ Karena saya juga lulusan pesantren,” ungkapnya.
Sehingga ia menegaskan bahwa pesantren tak pernah mengajarkan paham-paham yang keluar daripada ajaran Islam dan pedoman pancasila.
“Tapi tidak pernah kami diajarkan tentang teroris,” tegasnya.
Sebelumnya, BNPT mengungkap dugaan sejumlah pondok pesantren (ponpes) terafiliasi kelompok terorisme, termasuk jaringan ISIS.
Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar mengungkap ada sejumlah pondok pesantren yang terafiliasi dengan kelompok terorisme
“Kami menghimpun beberapa pondok pesantren yang kami duga terafiliasi dan tentunya ini merupakan bagian upaya-upaya dengan konteks intel pencegahan yang kami laksanakan di lapangan,” kata Boy pada rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, dikutip via detikcom.
BNPT juga sempat menunjukkan data pondok pesantren yang terafiliasi oleh kelompok terorisme. Dalam slide pemaparan BNPT terlihat data 11 pondok pesantren terafiliasi Jamaah Anshorut Khilafah (JAK).
Selain itu, 68 pondok pesantren terafiliasi jaringan kelompok terorisme Jamaah Islamiyah (JI) yang terkait dengan Al-Qaeda. Bahkan sebanyak 119 pondok pesantren juga dilaporkan terafiliasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau simpatisan ISIS.




Komentar