BARRU, trotoar.id—Olahraga elektronik atau electronic sport dan lebih dikenal dengan E-Sport saat ini memang digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Dari usia 10 tahun hingga 45-an masih senang dengan bidang ini.
Apalagi dengan didukungnya oleh Pemerintah Indonesia (pusat) dalam mengembangkan potensi player E-Sport ini diharapkan dapat bersaing di kancah internasional.
Nah, kehadiran Indonesia E-Sport Association (IESPA) Sulawesi Selatan (Sulsel) di Makassar tentunya menjadi wajah baru bagi pelaku industri gaming.
Baca Juga :
Dalam talk show yang dihadirkan IESPA Sulsel ini, Ketuanya Mudassir Hasri Gani bilang, dengan hadirnya organisasi gaming seperti IESPA dapat mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang hal baru seperti ini.
“Hal seperti ini dapat membuat stigma masyarakat berubah. Toh, saat ini masih banyak yang beranggapan kalau bermain game merupakan sesuatu hal yang negatif. Itu yang kami (IESPA) ingin sosialisasikan jika kegiatan ini adalah hal yang positif,” kata MHG akronim dari Mudassir Hasri Gani, Kamis (24/2) di Goro Cafe.
MHG juga akan melakukan roadshow ke beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Makassar saat diberlakukannya tahun ajaran baru 2022.
“Ini merupakan proyek jangka panjang kedepannya. Sehingga siapapun dapat bergabung di bawah IESPA. Karena organisasi ini akan mencakup semua komunitas dan elemen. Sehingga IESPA bisa meratakan semua,” aku MHG.
Namun sebelum melaksanakan roadshow tersebut, MHG menuturkan akan melakukan audiensi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan dulu.
“Tidak semerta-merta kami langsung terjun lapangan. Maka dari itu secepatnya akan kami lakukan audiensi ke Disdik Provinsi, kalau sudah dapat izin, kami langsung bergerak,” tambahnya.
Bagaimana tanggapan Pengamat Olahraga Sulawesi Selatan?
Perempuan yang bernama lengkap Andy Widya Syadzwina ini merespon baik dengan hadirnya IESPA Sulsel. Karena dapat menjadi wadah untuk player-player electronic E-Sport di Sulawesi Selatan.
“E-Sport ini pastinya kegiatan yang memberikan dampak positif setidaknya bagi anak-anak muda. Mereka tidak hanya sekedar bermain game tapi banyak nilai-nilai lainnya yang diperoleh. Apalagi saat ini Esport telah diakui sebagai salah satu cabang olahraga,” tutur Wina sapaan akrabnya.
Sosialisasi yang akan dilakukan Mudassir dkk. merupakan terobosan yang bagus untuk dilaksanakan. “Kalau hanya sekedar sosialisasi atau mengenalkan E-Sport ke anak-anak sekolah saya pikir oke-oke saja. Karena ini kan sesuatu yang positif,” jelasnya.



Komentar