Sinjai, trotoar.id – Momentum Hari Jadi Sinjai atau HJS seyogyanya disambut dengan penuh bahagia, kenyamanan serta ketertiban, namun faktanya justru diwarnai dengan banyaknya tindak kriminalitas.
Yang mana ada empat peristiwa yang trennya jadi sorotan publik semenjak dua pekan terakhir, yakni; (1) Pemarangan warga di Desa Kampala, Kecamatan Sinjai Timur; (2) Penyerangan Pos Polisi di Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara; (3) Pemarangan di Jalan AP Pettarani, Sinjai Utara; dan (4) Penyerangan Galeri Kooperasi dan sebuah cafe di Andi Mandasini, Sinjai Utara.
Hal ini turut diberi respons yang cukup menyorot oleh Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sinjai (DPM UMSi) Ihsan Akbar.
Baca Juga :
Pihaknya menarik persoalan ini ke ranah aparat penegak hukum. Ihsan menyayangkan kinerja Kapolres Sinjai AKBP Rachmat Sumekar dalam meminimalisir tindak kriminal.
“Sangat disayangkan dalam momentum HJS ini diwarnai dengan kriminalitas. Tentu Kapolres Sinjai dinilai tidak becus dalam hal menegakkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ya kan gitu,” kata Ihsan dalam keterangan tertulis yang diterima trotoar.id, Minggu (27/2).
Menurutnya, aparat harus hadir dalam hal-hal demikian. Misalnya, memasifkan patroli setiap malam, apalagi di malam minggu sebab cukup rawan, demi mencegah tindak kriminal yang berpotensi terjadi.
AKBP Rahmat Sumekar sebagai orang nomor satu di jajaran kepolisian di Kabupaten Sinjai juga memberi respons tegas atas berbagai persoalan ini.
Ia berjanji akan segera memerintahkan anggotanya melakukan patroli di waktu-waktu yang rawan terjadi tindak kriminal.
Kemudian, pihaknya juga akan memperkuat kegiatan-kegiatan Kamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kita akan tingkatkan kembali Patroli di jam-jam rawan gangguan Kamtibmas, mas,” tutur mantan Kapolres Kabupaten Bantaeng ini dalam keterangan tertulis yang diterima.



Komentar