Trotoar.id, Makassar – Isu soal penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden yang selama ini dilontarkan oleh sejumlah menteri dan Ketua partai, membuat Jokowi sedikit tidak nyaman dengan wacana tersebut
Hingga Presiden ke 7 tersebut dengan tegas meminta kepada materinya untuk tidak lagi menyuarakan persoalan Penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden
Bahkan Jokowi meminta kepada Menterinya u tin sensitif melihat persoalan atau kesulitan yang dihadapi rakyat saat ini.
Baca Juga :
“Jangan Sampai ada lagi menteri yang menyuarakan Urusan Penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden, semua harus sensitif melihat kesulitan rakyat,” Kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna yang diikuti para menteri pada Rabu 5 April 2022
Olehnya itu, Jokowi tidak ingin persoalan penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden akan menjadi polemik baru dalam tatanan dalam pemerintahan.
Sebab apa yang di hadapi Masyarakat saat ini benar-benar perlu perhatian dari pemerintah, kesulitan-kesulitan yang dihadapi rakyat perlu diselesaikan, jangan menambah pilu rakyat dengan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.
“Situasi global saat ini tidak stabil, jadi jangan menambah beban rakyat dengan wacana-wacana yang bertentangan dengan Konstitusi,” Ucapnya
Sebelumnya beberapa Menteri dari Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin Seperti Airlangga Hartarto, dan Luhut Bingsar Panjaitan menyuarakan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden.
Hingga wacana tersebut mendapat reaksi keras dari kelompok mahasiswa yang mengancam akan menggelar aksi besar-besaran atas wacana yang dilontarkan kedua pembantu Presiden tersebut




Komentar