Trotoar.id, Luwu Utara – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu Utara Armidi memimpin rapat koordinasi Peningkatan Penggunaan Produk dalam Negeri (P3DN) bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kadis P2KUKM, Kadis Kominfo, Direktur Perumda, Direktur PDAM Tirta Bukae, Para SKPD dan Kabag terkait.
Rapat merupakan tindak lanjut dari l dari instruksi presiden tentang percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri dari produk usaha makro, usaha kecil, dan koperasi dalam rangka mensukseskan gerakan nasional bangga buatan indonesia pada pelaksanaan pengadaan barang/ jasa
“Ini tindak lanjut dari instruksi Bapak Presiden tentang P3DN, dan keputusan bupati tentang pembentukan P3DN Kabupaten Luwu Utara untuk membahas rencana kerja P3DN,” Katanya dalam rapat Koordinasi yahh di gelar di ruang rapat sekda Pada Luwu Utara.
Baca Juga :
Dikatakan, untuk alokasi produk dalam negeri, pemerintah kabupaten Luwu Utara mengeluarkan kebijakan minimal 40 persen produk dalam negeri untuk kegiatan pengadaan barang dan jasa.
Meski demikian, kareena in merupakan hal yang baru diterapkan, akan menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengalokasikan hal tersebut
“Kita berharap bisa di atasnya namun tantangan tidak mudah karena ini hal baru kita terapkan di tahun 2022,” Jelasnya
“Sehingga tentu yang paling kita rasakan adalah terkait dengan SDM kita baik di lingkup pemerintah daerah baik itu penyedia kontraktor maupun rekanan, ” Tambahnya
Sehingga dikatakan sebelum pihaknya melangkah lebih jauh akan melakukan pembinaan, coaching bagi kasubag perencanaan agar mereka mampu memilah dan memilih produk-produk apa saja terutama produk dalam negeri target kita minimal 40%
“Kita berharap pelaku ekonomi kecil menengah di luwu utara bisa merasakan apa yang dilakukan para kontraktor maupun rekanan kita, intinya cintailah produk-produk dalam negeri minimal 40% di kabupaten luwu utara.” Ucapnya.




Komentar