Partai Golkar,

Nurdin Halid: Munaslub Itu Jika Ada Pelanggaran AD/ART/

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Kamis, 12 Mei 2022 18:26

Nurdin Halid Politisi Senior Partai Golkar
Nurdin Halid Politisi Senior Partai Golkar

Trotoar.id, Makassar — Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Nurdin Halid angkat bicara soal wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 

Dia mengatakan jika tidak ada dasar yang mengharuskan Munaslub digelar, dan munaslub bukan mudah dan serampangan gelar. 

Didalam anggaran, dasar/anggaran rumah tangga dengan jelas mengatur syarat musdalub bisa digelar.

“Saya kira untuk melakukan munaslub itu hal tidak mudah, harus merujuk konstitusi partai,” kata NH saat dihubungi Rabu (11/5/2022).

Politisi senior partai Golkar menggambarkan munaslub baru akan dapat di gelar apabila ketua umum berhalangan tetap, atau mengundurkan diri, dan itu diatur dalam AD/ART.

Sepanjang tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART maka tidak ada alasan untuk melakukan munaslub, kecuali apabila ketua umum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hukum,  atau ada perbuatan pidana lain yang dia lakukan.

Nurdin menceritakan jika dinamika di masa kepemimpinan Setya Novanto saat ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tahun 2017 lalu.

“Nah sepanjang tidak jadi tersangka dan tidak ada perbuatan pidana lain, maka itu berarti tidak ada pelanggaran konstitusi,” kata NH.

Hingga mantan calon Gubernur Sulsel ini mendorong semua kader untuk fokus pada konsolidasi pemenangan pemilu, untuk menghadapi agenda politik 2024.

Dia mengatakan jika partai Golkar harus  tampil jadi pemenang pemilu legislatif, pemilu presiden, dan pilkada serentak yang akan di gelar di tahun 2024

Kejayaan golkar kata dia harus direbut kembali, dan Golkar juga harus bisa mengulang kejayaan saat jadi pemenang pemilu 2004 lalu, atau 20 tahun silam.

“Jadi saya kira sekarang ini Golkar itu sedang konsolidasi untuk memnangkan pilpres, pileg, dan pilkada,” katanya.

Meski demikian, Nurdin berharap Airlangga Hartarto harus peka dan segera mengambil langkah mengantisipasi suara-suara ataupun gerakan yang ingin wacana tersebut terwujud 

Hingga dia berpesan, agar kiranya Airlangga Hartarto harus meningkatkan keharmonisan  antar pengurus, termasuk termasuk memasifkan rapat antar pengurus.

“Kalau ada suara-suara seperti itu, ketua umum harus peka dan secepatnya bisa mengambil langkah antisipatif ,” katanya.

“Manajemen partai harus diperbaiki, hubungan sesama sesama pengurus harus lebih ditingkatkan supaya bisa meredam gejolak yang mengganggu kesolidan internal partai Golkar,” lanjut NH.

Dengan pola kepemimpinan tersebut, Nurdin meyakini segala upaya kudeta bisa diantisipasi dengan mudah.

“Sehingga bisa antisipasi segala kemungkinan yang bisa terjadi yang mengganggu kesolidan partai. Sekarang Golkar itu sebetulnya solid,” kata NH.

Penulis : Upi

 Komentar

Berita Terbaru
Politik20 Oktober 2026 15:07
Golkar Sulsel Tetapkan Musda Golkar Maros 2 November
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, menetapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai G...
Metro20 Oktober 2026 12:54
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Bali Tech Week 2026, Makassar Perkuat Peluang Kolaborasi Digital
BALI, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 yang berlangsung di Bali Beach Con...
Metro20 Oktober 2026 12:17
Appi Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Kinerja Jadi Penentu
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperpanjang masa perjanjian kerja 6.472 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Wa...
Politik20 Oktober 2026 12:01
IAS Wanti-wanti Musda Golkar Sulsel: Jangan Paksa Konsensus, Jaga Soliditas Kader
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi dan solid...