Trotoar.id, Makassar – Komisi E DPRD Sulsel mengusulkan kepada Dinas Pemuda Dan Olahraga agar alokasi dana hibah yang diberikan ke koni di alihkan ke masing masing cabang olah raga.
Sebab selama ini Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bukan organisasi yang melakukan pembinaan secara langsung terhadap atlet, melainkan cabang olahraga.
“Bisakah Anggaran Hibah buat koni dialokasikan keasing-masing cabor, sebab saya rasa Caborlah, yang melakukan pembinaan atlet dan bukan koni,” Kata Rahman Pina Ketua Komisi E DPRD Sulsel.
Baca Juga :
Dia juga menyebutkan selama ini banyak keluhat darinkeeyua vanangbolah raga untuk mendapatkan anggaran penlmbinaan atlet yang dititip pemerintah melalui Koni.
Apalagi melalui prosedur yang rumit dan berbagai kajian yang akan dilakukan untuk mengajukan proposal masing-masing cabor.
“Banyak teman-teman disini sebagai pimpinan Cabor mengeluh, begitu sulitnya mendapatkan anggaran pembinaan atlet dari koni, olehnya itu, usulan mengalokasikan anggaran langsung ke cabor sebagai bentuk keadilan, sebab bukan koni yang melakukan pembinaan atlet, tapi cabor kan,” Ungkap Rahman Pina
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga raga Andi Arwin Azis menyatakan hal itu memungkinkan karena dalam UU nomor 11 tahun 2022 tentang keolahragaan alokasi anggaran pembinaan atlet bisa kemasing-masing cabor
“Aturannya sudah memperbolehkan, alokasi anggaran APBD ke masing-masing Cabor, jadi kami masih melakukan kajian dulu, dan model pembagian berapa ke cabor dan berapa yang dialokasikan ke Koni, ” Ungkap Andi Arwin Azis




Komentar