Trotoar.id, – Menteri koordinator Politik Hukum dan HAM Mahfud MD meminta agar kiranya kasus penembakan yang terjadi di di rumah dinas Kadiv Propam Mabes Polri harus tuntas
Sebab kredibilitas Polri dan Pemerintah atas peristiwa tersebut akan menjadi taruhan dalam kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat. (J)
‘Kredibilitas Polri dan Pemerintah akan menjadi taruhan akan kasus tersebut, sebab dalam lebih dari setahun terakhir Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik, “kata Mahfud MD
Baca Juga :
Mahfud yang juga menjabat sebagai Ketua Kompolnas telah memerintahkan Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto untuk melakukan pengawasan.
“Perkembangannya bagus juga. Karena selain membentuk tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini,” jelasnya.
Hingga Mahfud MD yang juga sebagai ketua Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) l telah memerintahkan Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto untuk melakukan pengawasan atas insiden dan penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian
Mantan presedium KAHMI Nasional, juga mengapresiasi langkah Kapolri yang langsung membentuk tim untuk me husut kasus yang terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri tersebut
“Perkembangannya bagus juga. Karena selain membentuk tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini,” jelasnya.
Sebelumnya, baku tembak antara sesama anggota polisi terjadi di rumah dinas Perwira Tinggi (Pati) Polri di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Peristiwa ini melibatkan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat dan Bharada E. Keduanya dikabarkan adalah ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.
Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula saat Brigadir Nopryansah memasuki area rumah dinas pejabat Polri. Dia kemudian ditegur oleh Barada E. Brigadir Nopryansyah lalu mengacungkan senjata, kemudian melakukan penembakan. E lalu menghindar dan membalas tembakan. (Jawapos)




Komentar