Trotoar.id, Makassar – Ratusan mahasiswa dari berbagai kalangan menggelar unjuk rasa terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan oleh pemerintah pada sabtu 3 September 2022.
Aksi mahasiswa di warnai dengan membakar ban bekas didepan gedung Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi selatan mengakibatkan sejumlah pengguna jalan berputar arah.
Massa mahasiswa meminta agar 9 utusan fraksi menemui massa aksi yang berorasi didepan gedung DPRD Sulsel.
Baca Juga :
Namun dari 85 anggota DPRD, cuma Rismayani Kadir Nyampa dari Fraksi Partai Demokrat yang berani menemui para pengunjuk rasa yang menolak kenaikan harga BBM.
Namun kelompok massa mahasiswa menolak, sebab mereka meminta agar seluruh utusan fraksi menemui mereka untuk menyampaikan langsung aspirasi dan mendengar perkataan anggota DPRD Sulsel
Mahasiswa juga menilai dengan menaikkan harga BBM bentuk ketidak pronya pemerintah terhadap rakyat, di tengah terpuruknya ekonomi saat ini.
Hingga mahasiswa menyebutkan, menaikkan harga BBM dengan harga Pasar merupakan agenda Neolib
Apa lagi, mahasiswa yang tergabung dalam dalam pernyataan sikapnya menyebutkan Koordinator Komisariat HMI Universitas Muslim Indonesia menyebut, jika kenaikan BBM adalah saran dari Luhut Binsar Panjaitan agar masyarakat beralih dari kendaraan BBM ke kendaraan Listrik




Komentar