PT Vale

Pertumbuhan Ekonomi Luwu Timur Minus, Kontribusi PT Vale Dipertanyakan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 05 Oktober 2022 19:33

Pertumbuhan Ekonomi Luwu Timur Minus, Kontribusi PT Vale Dipertanyakan

Trpotoar.id, Makassar — Kontribusi PT Vale Indonesia, Tbk selama kurang lebih 50 tahun disebut belum memiliki dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah di lokasi pertambangan, terutama di Luwu Timur.

Direktur Nusantara Riset, Afrianto, menyoroti data pertumbuhan ekonomi Lutim yang pada 2021 mengalami penurunan, yakni minus 1,39 (-1,39). Sementara dua tahun sebelumnya, hanya tumbuh tidak sampai 2 persen, 2019 tumbuh 1,17 dan 2020 tumbuh 1,46.

Afrianto mengatakan kontribusi pertambangan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Lutim memang tinggi sekitar 44 persen. Sisanya sektor pertanian 24 persen dan 14 sektor lainnya.

Baca Juga  Wagub Sulsel Dorong Peran Perempuan dalam Sosial dan Ekonomi, Apresiasi IWATI sebagai Penggerak Keberagaman

“Sektor pertambangan ini harusnya memberi dampak signifikan kepada sektor lainnya. Terutama barang dan jasa, ini malah korelasinya sangat lemah,” katanya dalam diskusi publik yang digelar SMSI bertajuk ‘Perpanjangan Kontrak Karya PT Vale, Siapa Untung?’, Rabu (5/10/2022) di Makassar.

Tak hanya pertumbuhan ekonomi, Afrianto juga menyoroti bahwa data Indeks Desa Membangun (IDM) yang dikeluarkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada 2021 lalu.

Diketahui PT Vale melalui program CSR-nya memasukkan 43 desa sebagai daerah pengembangan masyarakat. 43 desa ini berada di empat kecamatan, masing-masing Sorowako, Nuha, Malili dan Towuti.

Baca Juga  Danny Pomanto Dikukuhkan Sebagai Ketua FMPPS

Namun, data IDM menyebutkan hanya 6 desa yang masuk kategori desa mandiri. Sisanya masih dalam kategori desa berkembang.

“Selama 50 tahun lebih, harusnya desa-desa itu sudah masuk desa mandiri. Artinya program pengembangan yang dilakukan lewat CSR belum mampu menciptakan kemandirian desa,” sebutnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Bahtiar Maddatuang mendukung langkah Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang mendukung pengelolaan tambang nikel di Lutim diambil alih oleh pemerintah agar lebih optimal.

“Salah satu cara daerah bisa mandiri dengan memaksimalkan potensi daerah yang ada. Kita butuh cara berpikir seperti Gubernur Pak Andi Sudirman Sulaiman ini,” katanya.

Baca Juga  Luwu Utara Siap Sambut Tim Verlap KRIPP Sulsel, Nuansa Hijau Hypno Green Bakal Jadi Daya Tarik

Dia mencontohkan visi “Berani Untuk Kalimantan Timur Berdaulat” yang diusung Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor. Dengan memaksimalkan potensi lokal demi kemajuan daerah.

“Misalnya potensi tambang yang ada, kalau dikelola pemerintah daerah akan lebih maksimal. Apalagi industri nikel ini lagi menggeliat,” tegasnya.

Dia juga menyebut kontribusi PT Vale di sektor pendidikan yang masih minim bagi masyarakat. Harusnya sudah bisa membangun sebuah universitas atau politeknik bukan sebuah akademi saja. (*)

Penulis : SMSI

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen01 November 2026 17:13
Pengawasan APBD di Wajo, Sufriadi Arif Respons Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik
WAJO, Trotoar.id — Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Pengawasan Pelaksanaan ...
Metro01 November 2026 15:17
Ribuan Warga Ikuti Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Gaungkan Literasi Keuangan Syariah
MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (1/11/2026), untuk mengikuti kegiata...
Metro01 November 2026 14:46
Buka Liga Lorong XII Barru, Abustan Dorong Pembinaan Sepak Bola Sejak Usia Dini
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, mendorong penguatan pembinaan sepak bola sejak usia dini sebagai upaya melahirkan tale...
Politik01 November 2026 14:22
Patarai Amir Jadi Bakal Calon Tunggal Ketua Golkar Maros, Kantongi 14 Dukungan PK
MAROS, Trotoar.id — Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maros mulai mengerucut. Patarai Amir resmi diumumkan sebagai b...